Prosesi Nyantri, dari 40 Hari Menjadi 1 Hari

Menghadiri Prosesi Hari Pertama Royal Wedding GKR Hayu dan KPH Notonegoro

Mempelai pria KPH Notonegoro (tengah) tiba di kompleks Keraton Jogja untuk menjalani prosesi nyantri dan siraman, (21/10).Mempelai pria KPH Notonegoro (tengah) tiba di kompleks Keraton Jogja untuk menjalani prosesi nyantri dan siraman, (21/10).
Selasa, 22 Oktober 2013
Nasional | Uploader Didiet
Hari Ini : 0 Views, Keseluruhan : 232 Views

Salah satu prosesi Royal Wedding Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah Nyantri atau prosesi mengenalkan calon menantu kepada Keraton Jogjakarta. Nyantri kali ini berbeda dengan pernikahan keluarga Keraton. Biasanya sampai 40 hari, namun untuk pernikahan agung GKR Hayu dan GPH Notonegoro hanya dilangsungkan satu hari.

ABDI dalem tampak memasang tetuwuhan dan woh-wohan di berbagai tempat pagi itu. Di Regol Danapratapa juga dipasang dua tandan pisang raja dan beberapa hasil bumi lainnya. ”Ini yang dipasang berupa sepasang pisang raja, tebu manten dan janur di dekat pin tu masuk,” kata salah satu abdi dalem yang sejak pagi mempersiapkan acara pernikahan agung itu. Pada pukul 09.00, acara dimulai.

Calon mem pelai laki-laki beserta orang tua dan pengikutnya dijemput abdi dalem untuk menuju Kagungan Dalem Mangkubumen melalui Kagungan Dalem Regol Magangan. Kemu dian rombongan mempelai laki-laki ini berhenti sebentar untuk menggunakan alas kaki. Selanjutnya, mempelai laki-laki, orang tua, dan pengikutnya berjalan menuju barat ke Kagungan Dalem Mangkubumen.

Di si tu mempelai laki-laki diterima KRT Pu janingrat untuk menyampaikan maksud dan tujuan menjemput mempelai laki-laki, orang tua, dan pengikutnya untuk menghadap nyantri di dalam Cepuri Keraton Nga yogyakarta Hadiningrat. Serangkaian prosesi Nyantri itu, menurut Prof Djoko Suryo, merupakan pengenalan se cara keseluruhan bagaimana budaya Keraton Jogja setiap acara pernikahan.

Sehingga calon mempelai laki-laki bisa beradaptasi dengan lingkungan Keraton Jogja yang nantinya menjadi bagian dari keluarga Keraton Jogja ”Rangkaian acara ini bukan sekadar menjaga tradisi budaya. Namun menjadi karakter yang kuat dimiliki oleh Ke raton Jogjakarta,” kata Djoko di sela-sela acara Nyantri.

Adapun dari Cepuri Keraton Ngayogya karta Hadiningrat, mempelai laki-laki, orang tua, dan pengikutnya lalu naik Kereta Pating Dalem untuk menuju ke dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat me lalui Kagungan Regol Magangan. Di sana mempelai laki-laki dipersilakan un tuk duduk sebentar dijamu hidangan sampai menunggu acara selanjutnya, yaitu Siraman-Majang dan Pasang Tarub pengantin Putri di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedaton.

Melihat rangkaian acara begitu padat, GKR Pembayun jauh-jauh hari selalu mengingatkan GKR Hayu untuk tidak stres. Anak pertama Sultan HB X ini juga meminta kepada GKR Hayu agar fokus pada serangkaian acara selama tiga hari tersebut. ”GKR Hayu diminta jangan stres. Fokus saja pada acara pernikahan,” kata GKR Pembayun. Kemudian pada prosesi berikutnya, ma suk pada Siraman-Majang dan Pasang Tarub.

Dalam kesempatan itu, GKR Pembayun menyuruh GKR Maduretna dan abdi dalem membawa air dari tujuh sum ber air yang dipakai untuk upacara Sira man-Temanten laki-laki. Setelah itu air dibawa ke Gadri Kagungan Dalem Kasartiyan. Pada acara Siraman untuk GKR Hayu ini, diawali dengan doa. Siraman dilakukan pertama kali oleh GKR Hemas lalu dilanjutkan GKR Pembayun, GBR Ayu Mur do kusumo, GBR Ayu Puruboyo, diakhiri dengan muloni wudhu.

Lalu Siraman GKR Hayu telah selesai, GKR He mas diikuti GKR Pembayun, GKR Con drokirono, para GBR Ayu dan para Garwa atau janda siteri GBP Harya, kemudian menuju Kagungan Dalem Kasatriyan untuk mengikuti Upacara Siraman ”untuk Temanten Kakung. Prosesi selanjutnya pukul 11.00 yaitu pengantin laki-laki di Kagungan Dalem Ka satriyan.

Sampainya GKR Hemas beserta pengikutnya di Gadri Kagungan Dalem Kasatriyan, lalu dilanjutkan merias kamar Temanten Kakung atau Majang di Kagungan Dalem Gedhong Srikaton yang dilakukan GKR Condroki ro no, GBR Ayu Murdokusumo, GBR Ayu Darmokusumo, dan GBR Ayu Padmo ku sumo. Jika selesai Majang, mempelai laki-laki duduk kembali di Gadri Kagungan Dalem Kasatriyan.

Setelah itu acara siraman mempelai laki-laki dilaksanakan. Diawali oleh GKR Hemas didampingi GKR Pembayun, orang tua mempelai laki-laki. Usai Siraman, serangkaian acara juga dilalui KPH Notonegoro seperti berganti busana kain Corak Sidoluhur. Usai prosesi Siraman mempelai lakilaki, GKR Hemas lalu berpamitan untuk kembali ke Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Setelah selesai serangkaian acara Siraman, pasang Tarub, dan menghias tempat, semua yang hadir diberi jamuan makan siang dilanjutkan untuk beristirahat.

Adapun prosesi Royal Wedding selanjutnya dimulai kembali pukul 18.30 yaitu Tantingan dan Midodareni yang digelar di Kagungan Dalem Gedhong Proboyeksi dan Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. GKR Pembayun mengatakan, sesuai tradisi keratin Jogjakarta bahwa prosesi Nyantri bertujuan mengenalkan mempelai laki-laki kepada keluarga Keraton Jogjakarta.

Meski pada pernikahan sebelumnya prosesi itu dilangsungkan selama 40 hari, namun berbeda dengan pernikahan adiknya itu. ”Kalau dulu kan prosesi Nyantri dilangsungkan selama 40 hari. Sekarang hanya satu hari saja, bahkan waktunya singkat. Ini disesuaikan dengan kondisi yang ada,” kata GKR Pembayun. Adapun prosesi pernikahan ini akan berlangsung 3 hari, mulai 21 hingga 23 Oktober 2013. Hari pertama diisi acara nyantri dan siraman untuk pengantin pria di Ksatriyan.

Pengantin putri akan sira man, tantingan, dan midodareni di Keputren. Hari kedua prosesi dilanjutkan dengan ijab dan panggih di keraton. Resepsi dan pamitan digelar di hari terakhir atau 23 Oktober. (fid)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


6 − = 4

Hari Ini Pengisian 3.038 Sisa Kuota Nasional
Tanggal 21 July 2014

Pelunasan Haji Tahap Kedua Berakhir Hari Ini
Tanggal 17 July 2014

Hotel Calon Jemaah Haji di Makkah Sudah Siap
Tanggal 15 July 2014

Pelunasan Haji Tahap Kedua Dimulai Hari Ini
Tanggal 14 July 2014

Layanan Bus Shalawat Untuk Jemaah Haji Telah Siap
Tanggal 21 June 2014