MA Vonis Mati Mantan Pastur

ilustrasi hukuman matiilustrasi hukuman mati
Rabu, 12 Februari 2014
Nasional | Uploader heri

JAKARTA – Terpidana kasus pembunuhan berencana, Herman Jumat Hasan harus menghadapi kenyatan pahit. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) memvonis mantan pastur tersebut dengan hukuman mati melalui majelis kasasi. Hukuman itu ditimpakan kepada Herman karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Mery Grace dan dua bayi hasil persetubuhan mereka.

“Terdakwa dijerat dengan tiga pasal yakni Pasal 340 jo pasal 65 ayat 1, Pasal 338 KUHP jo Pasal 65 ayat 1, dan pasal 181 dimana Herman menyembunyikan mayat agar tidak diketahui orang lain,” ujar sumber MA yang enggan dikorankan di Jakarta, kemarin (11/2). Kasasi tersebut diputuskan kemarin oleh majelis hakim Timur Manurung, Gayus Lumbuun, dan Dudu Duswara.

Sebelumnya, Herman juga divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Maumere dan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang. Kasus tersebut bermula ketika Herman berusaha menghindari pertanggungjawabannya sebagai ayah dari hubungan gelap yang dijalinnya dengan biarawati suster Merry Grace dengan mencekik bayi hasil hubungannya tersebut hingga meninggal dan dikubur di depan rumah.

“Merry kemudian mengandung lagi. Saat kandungan tujuh bulan, bayi malang tersebut lahir namun tidak ada saksi dan meninggal dunia. Bayi tersebut kemudian dikubur di depan rumah Herman di samping mayat bayi pertama,” bebernya. Akibatnya, Merry mengalami pendarahan yang berujung maut. Merry meninggal dunia dan tidak ada upaya Herman untuk menyelamatkan nyawa Merry. Korban pun dikuburkan di depan rumah, di samping mayat dua bayi sebelumnya.

“Inilah yang membuat dia terbukti melakukan pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal,” terang sumber tersebut. Salah satu anggota majelis kasasi, Gayus Lumbuun membenarkan pihaknya telah menghukum mati Herman. Menurutnya, vonis hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan berencana memang perlu dilakukan guna memberikan efek jera agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.

“Saya sampaikan, hakim-hakim pada umumnya tidak terkait dengan pro kontra hukuman mati. Saya nggak pro hukuman mati. Tapi untuk hal-hal seperti ini, perlu efek penjeraan agar publik nggak mudah merencanakan sesuatu pembunuhan yang sekarang marak dimana-mana. Putusan ini perlu dan patut diterapkan,” terangnya. (ris)

Tag Terkait:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


+ 9 = 16