22 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeInfo GrafisSBY Tak Bisa Gusur Anas

SBY Tak Bisa Gusur Anas

A2

 

DPC Galang Kekuatan, Rapimnas Tak Bahas KLB

 

JAKARTA - Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah meminta Ketua Umum Partai Demokrat fokus ke kasus hukumnya tampaknya mentah. Permintaan ‘halus’ yang dibaca masyarakat supaya Anas dengan legowo mengundurkan diri dari jabatannya sepertinya menguap tanpa bekas dalam perhelatan Rapimnas PD tadi malam. Bahkan, SBY malah menegaskan posisi Anas sebagai ketua umum partai.


Seperti diberitakan sebelumnya, saat menggelar rapat darurat beberapa waktu lalu, SBY pernah meminta Anas untuk focus menghadapai kasus hukum yang sedang dihadapinya. Setelah meminta Anas ’mundur’ secara halus tersebut, SBY mengumpulkan semua petinggi partai dan DPD seluruh Indonesia.


Setelah semua petinggi dikumpulkan, SBY meminta semua menandatangani pakta integritas partai dan mengambil kewenangan ketua umum partai demi penyelamatan. Alasannya, elektabilitas partai kian turun hingga 8 persen membuat majelis tinggi partai turun tangan dan melakukan langkah-langkah penyelamatan partai.


Namun, yang terjadi dalam Rapimnas PD tadi malam sungguh berbeda. Dalam pidatonya, SBY menegaskan Anas Urbaningrum tetap sebagai ketua umum partai. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut tampaknya menyimak cukup banyak pemberitaan di media massa yang menyebutkan kurang harmonisnya hubungannya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.


Selain itu, dukungan dari ketua-ketua DPC dan DPD untuk Anas yang cukup signifikan menjadi kalkulasi tersendiri.
Dalam Rapat Pimpinan Nasional tersebut, SBY secara tidak langsung ingin mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Anas baik-baik saja.


"Saya mulai dari apa yang beredar di kalangan masyarakat termasuk komentar dari pengamat yang menghadap-hadapkan antara saya selaku Dewan Pembina dengan saudara Anas sebagai Ketua Umum yang sebenarnya kami berdua juga duduk bersama dalam Majelis Tinggi. Anas sebagai ketua umum otomatis Wakil Ketua Majelis Tinggi.

 

Sedangkan yang lainnnya mewakili. Orang lain boleh bicara, kritik dan adu domba tapi kami tetap jernih dan rasional," tutur SBY yang langsung disambut dengan sorakan dari para kader di Demokrat di ruang pelaksanaan Rapimnas, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (17/2).


SBY pun mengaku ia tahu, bahwa publik maupun pihak di luar Demokrat mengharapkan hal yang menghebohkan akan terjadi di Rapimnas itu. Apalagi beberapa hari sebelum Rapimnas digelar sejumlah isu menyebar, yang menyebut bahwa Rapimnas akan menjadi Konggres Luar Biasa (KLB) untuk menggulingkan Anas. Belum lagi isu yang mengatakan Eddhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas akan menggantikan Anas sebagai Ketua Umum.


Namun, SBY menepis semua rumor dan isu tersebut. Menurutnya, Rapimnas hanya membahas mengenai penataan dan konsolidasi kembali partai yang terpuruk itu untutk mengembalikan citra dan elektabilitas.


"Barangkali pers atau masyarakat politik menunggu berita menghebohkan di Rapimnas, bisa jadi apa yang akan saya sampaikan ini kurang melegakan karena tidak bombastis. Banyak sekali rumor dan isu yang beredar luas hari-hari terakhir  ini dengan berbagai skenario yang menyeramkan, oleh karena itu maaf kan bahwa di pernyataan pers ini segala sesuatunya berjalan sesuai harapan dan rencana Partai Demokrat," lanjut SBY yang juga langsung disambut meriah lagi oleh para kadernya.


SBY dalam pidatonya mengatakan, Rapimnas tidak membahas mengenai Pemilu 2014 melainkan strategi untuk menyelamatkan partai terlebih dahulu. Ia mengakui bahwa partainya memang tengah terpuruk setelah adanya sejumlah anggota yang terlibat kasus korupsi. Menurutnya, semua bentuk penyelamatan partai ini harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa hanya menaruh harapan pada Ketua Umum Anas Urbaningrum.


"Inti penyelamatan di seluruh tanah air adalah secara internal atau ke daam kami melakuan pembenahan diri penertiban dan pembersihan dari unsur-unsur yang merusak. Tidak efektif kalau hanya dilakukan oleh Ketua Umum oleh karena itu Majelis Tinggi juga turun untuk melaksanakannya," tegas SBY. Terakhir SBY mengingatkan para kadernya untuk bekerja sungguh-sungguh dan memegang teguh pakta integritas yang telah ditandatangani bersama untuk pembenahan Demokrat.

Tanpa KLB
Pernyataan praktis menjadi penegasan bahwa wacana perlunya penggantian ketua umum yang sempat digulirkan sejumlah kader sesegera mungkin menjelang rapimnas tidak akan dilaksanakan. Keputusan Majelis Tinggi di Cikeas 8 Februari lalu untuk mengambil alih kewenangan dan tanggungjawab strategis partai yang sebelumnya ada di tangan Anas, belum akan dilanjutkan dengan pencopotan yang bersangkutan dari jabatan ketua umum.


Wacana penggantian ketua umum di forum rapimnas salah satunya sempat digulirkan Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP PD Ulil Abshar Abdalla. Menurut dia, wacana penggantian nahkoda partai penting dilakukan dengan segera karena situasi sudah darurat. Demokrat terkini diibaratkannya seperti kapal yang mau tenggelam.  


Wacana itu digulirkan Ulil Abshar dalam kesempatan konferensi pers bersama sejumlah pengurus DPP PD lainnya. Di antaranya, Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi Didi Irawadi Syamsuddin, Sekretaris Departemen Hukum dan HAM Rachland Nashidik, serta Sekretaris Departemen Ekonomi Husni Thamrin.


Reaksi keras pun muncul. Sejumlah pengurus daerah loyalis Anas sempat mengancam akan melakukan melakukan walkout d arena rapimnas. Bahkan, mereka juga mengultimatum siap menggalang kekuatan massa di untuk membatalkan acara jika ada upaya menggeser rapimnas menjadi ajang penggantian ketua umum.


Usai acara rapimnas, Anas sambil menyunggingkan senyum khasnya menegaskan kalau pernyataan sekaligus arahan SBY tidak perlu dikomentari karena sudah sangat jelas. "Pidatonya sudah amat sangat jelas sekali, ya sudah itu, kan mantap, beliau sudah menyampaikan secara rinci dan saya kira tidak perlu ditafsirkan lagi," katanya.


Bersama sejumlah anggota Majelis Tinggi lainnya, Anas turut berdiri berjajar mendampingi SBY saat memberikan pernyataan pers terkait pelaksanaan Rapimnas kemarin. Mantan ketua umum PB HMI itu berdiri tepat di samping kiri SBY.


Sejumlah DPC yang selama ini dikenal sebagai loyalis Anas, juga menyambut baik penegasan SBY bahwa posisi ketua umum yang masih belum berubah tesebut. Ketua DPC PD Cilacap Tridianto bahkan merasa bahwa penegasan SBY tersebut justru semakin menguatkan possi mantan anggota KPU itu sebagai ketua umum.


"Posisi Ketua Umum kini justri dikuatkan lagi. Ini sangat bagus dan disambut antusias oleh para kader," tegas Tridianto di sela-sela rapimnas.


Menurut dia, hingga saat ini, seperti halnya SBY, semua DPC PD mendukung jabatan ketua umum tetap dipegang Anas. Karena itu pula, dia meminta kepada seluruh elit dan kader partai untuk tidak lagi mencoba meminta Anas turun dari posisinya. "Hal itu provokatif dan tidak sesuai dengan putusan Majelis Tinggi," tandasnya.


Lalu bagaimana dengan Ulil Abshar" Mantan aktivis Jaringan Islam Liberal itu hingga kemarin tetap menegaskan kalau pandangan dirinya terhadap jalan menuju upaya penyelematan partai belum berubah. Yaitu, perlunya ada nahkoda baru menjalankan aktivitas kepartaian di bawah kepemimpinan SBY sebagai ketua Majelis Tinggi.


"Saya masih berpandangan sama seperti kemarin," tegas Ulil.


Meski demikian, dia menambahkan, kalau sebagai kader partai pihaknya akan taat terhadap segala keputusan Majelis Tinggi yang diketuai SBY. "Saya siap taat terhadap apapun keputusan Majelis Tinggi," tandasnya. (flo/gil/dyn/jpnn)


Epaper