
DEPOK - Jusuf Kalla mengibaratkan peta Pilpres 2014 sebagai pentas grup band. Capres sebagai pe nyanyi dan parpol sebagai grup band yang mengiringi. Sayangnya, banyak band tidak punya vokalis dan sebaliknya banyak vokalis tapi tidak punya band.
’’Ya banyak vokalis yang tidak punya band. Seperti Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan Jokowi, serta saya sendiri. Nah, kami inilah yang dibilang vokalis tanpa band atau disebut figur tan pa adanya partai,’’ katanya kepa da seluruh wartawan saat menjadi Dosen Tamu di kuliah umum dengan tema Kepemimpinan dan Kepercayaan di Balai Sidang, Univer sitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (25/02).
’’Bagaimana mau bernyanyi, bandnya saja tidak ada. Ya yang bisa dilakukan hanya bernyanyi di dalam ruangan. Padahal, kalau ada band pasti akan terkenal,’’ lanjut dia. Mantan Wapres itu menilai, ada sejumlah partai yang memiliki pamor hebat di masyarakat seperti Golkar, Demokrat, dan beberapa partai lain.
Akan tetapi, partai tersebut tidak memiliki kualitas bagus pada fi gur yang dimiliki. ’’Golkar band bagus, cuma tidak punya vo kalis andal. Partai Demokrat pu nya voka lis andal tapi aransemen dan mu siknya tidak beraturan.
Nah, inilah yang membuat band tidak solid dan terpecah. Ya sama mirip de ngan partai politik,’’ ujar Ketua Pa lang Merah Indone sia (PMI) ini Saat ditanya mengenai 2014 sebagai tahun mencari figur buat partai, JK mengakui sangat setuju hal tersebut.
Para figur di dalam partai saat ini tidak mendominasi dan tidak mendapatkan simpati dari para kader dan pengurus. ’’Mungkin tahun ini adalah tahun mencari bakat.
Mirip Indonesian Idol lah. Karena, Pilpres sebentar lagi akan digelar. Nah, harus dari sekarang cari vokalis biar aksi panggung maksimal,’’ ucapnya sambil berseloroh. (cok)