24 May 2013 Last updated 6 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeInfo GrafisAnas Sebut Tiga Nama Baru

Anas Sebut Tiga Nama Baru

A3

Timwas Century Gali Aliran Dana, KPK Tak Merespons

 

JAKARTA - Anas Urbaningrum mendapatkan kun jungan istimewa dari beberapa anggota Tim Pengawas (Timwas) Century. Mereka berharap bisa mendapatkan informasi berharga dari mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.

 

Harapan Timwas sebenarnya tidak terlalu berlebihan. Bukan sekadar menjadi anggota pansus angket Century di 2010, Anas juga saat itu duduk sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat.

 

’’Pasti Anas pernah dibriefing Bu Sri Mulyani dan Pak Boediono sesuai konstruksi pembenaran opsi A (yang menyimpulkan tidak ada pelanggaran hukum dalam kasus Century, red),’’ kata anggota Timwas Hendrawan Supratikno usai bertemu Anas di kediaman, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, kemarin (4/3).

 

Turut bergabung dalam rombo ngan, di antaranya Fahri Ham zah (FPKS), Sarifuddin Sud ding (Fraksi Partai Hanura), Ah mad Yani (FPPP), dan Chandra Tirta Wijaya (FPAN).

 

’’Per temuan berjalan rileks. Kami saling mengisi dan saling mengingatkan,’’ kata Hendrawan menceritakan proses pertemuan yang berjalan tertutup mulai pukul 10.00-12.30, itu Menurut Hen drawan, kedatangan Timwas sebenarnya lebih fokus ke soal aliran dana Century.

 

Dia menegaskan dari sisi hukum, posisi kasus Century sudah sangat terang benderang, yakni terjadi pelanggaran hukum dalam bailout Bank Century. Apalagi, KPK telah menetapkan dua mantan pejabat Bank Indonesia (BI), yakni Budi Mulya dan Siti Fadjrijah sebagai tersangka.

 

’’Tapi, dari segi aliran dana, audit forensik BPK dan penelusuran PPATK masih tidak bisa mengungkap itu,’’ sesal politisi PDIP, itu. Hendrawan menyampaikan ada lima nama yang disebut Anas mengetahui soal aliran dana Century.

 

Tiga di antaranya merupakan nama baru, satu nama lama, dan satu orang yang lain sudah meninggal. Sayang, Hendrawan tidak mau membocorkan nama kelima orang itu. ’’Konsentrasi pansus angket dulu kadang-kadang terlalu banyak.

 

Makanya, terkadang ada hal-hal kecil yang luput,’’ ujarnya. Apakah Timwas akan segera memanggil Anas ke DPR seperti dulu menghadirkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar? Hendrawan menyampaikan Timwas masih akan menganalisis tingkat kebaruan, relevansi, dan spesifikasi informasi yang disampaikan Anas.

 

Dulu An tasari Azhar langsung dipanggil ke rapat Timwas, karena membe rikan informasi yang memenuhi ketiga kriteria tersebut. ’’Awalnya Antasari Azhar yang ikut rapat dengan Presiden SBY pada 9 Oktober 2008 mengira itu terkait bailout Bank Indover.

 

Tapi, ketika di penjara baru tahu kalau yang di-bail out bukan Bank Indover, tapi Bank Century,’’ katanya. Tidak hanya soal konteks tempat dan waktu yang jelas, Presiden SBY juga sampai memberikan bantahan secara khusus.

 

Dinamika ini mendorong Timwas akhirnya memutuskan untuk memanggil Antasari Azhar. Sebaliknya, menurut Hen drawan, informasi yang diberikan Anas sifatnya belum spesifik. Karena itu, Timwas masih akan mendiskusikan kembali apakah perlu mengundang Anas ke DPR atau tidak.

 

Meski begitu, Hendrawan menegaskan sekecil apapun informasi yang diberikan Anas tetap bernilai penting dan berharga. ’’Kami ini memburu layang-layang,’’ katanya. Anggota Tim Pengawas Century, Ahmad Yani menerangkan lima orang yang disebut Anas memiliki keterkaitan secara langsung dengan kasus Century.

 

Dari lima orang tersebut ada yang merupakan politisi. “Ya ada saling kait-mengkait langsung sebagai pihak yang menerima aliran dana Century,” ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (4/3). Menurut Yani, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap nama-nama yang disebutkan Anas karena mereka diduga sebagai pihak yang diduga banyak memiliki informasi soal aliran dana Century.

 

Sementara itu, pertemuan Timwas dengan Anas diakhiri dengan makan siang bersama. Menunya mulai ayam goreng, ikan goreng, tahu, tempe, sampai sayur lodeh. ’’Ada kerupuk juga. Pokoknya menu rakyat. Aku sendiri tadi ambil sayur lodeh sama tahu tempe,’’ kata Hendrawan, lantas tertawa.

 

Jubir KPK Johan Budi tidak terlalu merespons langkah Timwas yang berinisiatif mendatangi Anas. Dia menegaskan kalau hingga kini KPK tidak memiliki kepentingan dengan Anas terkait Century. ’’KPK tidak ada rencana memanggil Anas terkait Century.

 

Hanya untuk Hambalang,’’ tegasnya. Meski mantan Ketum PD itu disebut-sebut punya informasi terkait Century, Johan menyebut KPK tak ’’tergoda’’ begitu saja.

 

Anas akan disamakan dengan masyarakat umum yang harus melapor terlebih dahulu. Begitu juga dengan Timwas, KPK akan menerima informasi itu kalau diberikan pada pihaknya. (pri/dim)


Epaper