JAKARTA–Direktur Bisnis UMKM BRI Djarot Kusumayakti menjelaskan, sebagian besar dana Program Bina Lingkungan yang disalurkan perseroan pada tahun lalu digunakan untuk bidang pendidikan. Misalnya pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu.
Sepanjang 2012, total kucuran Program Bina Lingkungan BRI mencapai Rp 253,01 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp116,17 miliar. Rinciannya, untuk pendidikan dan pelatihan telah disalurak Rp 37,98 miliar selama tahun 2012.
”Selain beasiswa, kita punya program studentpreuner. Jadi, para siswa diajari berwirausaha. Sehingga saat lulus, mereka tidak jadi pegawai tapi jadi pengusaha,” kata Djarot.
Dana Program Bina Lingkungan ini juga disalurkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sebesar Rp 19,04 miliar, sarana dan prasarana umum Rp 11,86 miliar, sarana ibadah Rp 8,14 miliar, pelestarian alam Rp 1,19 miliar, bencana alam Rp 850 juta.
Sedangkan untuk BUMN Peduli sebanyak Rp 173,95 miliar. Sedangkan untuk tahun 2013 ini, BRI menyiapkan dana sekitar Rp 370 miliar untuk mendukung Program Bina Lingkungan. ”Perseroan memang menyisihkan 2 persen dari laba bersih tahun 2012 sebesar Rp 18,52 triliun untuk Program Bina Lingkungan.
Tujuannya untuk membantu meningkatkan kondisi sosial, lingkungan, dan kehidupan kemasyarakatan,” tutur Djarot. Secara garis besar, dana itu akan mencakup enam sektor yang disalurkan melalui BRI Peduli.
Enam sektor tersebut antara lain pendidikan dan pelatihan, kesehatan, sarana prasarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam, dan terkait bencana alam. Pun partisipasi dalam Program BUMN Peduli. Sementara itu, BRI juga mengerahkan ratusan tenaga ahli Teknologi Informasi (TI) untuk menggarap transaksi perbankan melalui e-Channel.
Transaksi nasabah melalui e-Channel pada 2012 menembus angka satu miliar kali transaksi. “Pada tahun lalu tembus 1 miliar kali transaksi atau persisnya sebanyak 1,015 miliar transaksi,” kata Corporate Secretary BRI, Muhamad Ali dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (3/3).
Ali mengemukakan, pada 2010, total transaksi e-Channel BRI hanya sebesar 356 juta transaksi. Pada 2011, terjadi kenaikkan 100 persen lebih yakni sebesar 736 juta. “Sejak tiga tahun lalu, terjadi kenaikkan hampir tiga kali lipat,” jelas Ali.
Ali mengemukakan, seiring meluasnya jaringan layanan, BRI terus mendorong kontribusi fee based income (FBI) terhadap total income. Dikatakannya, di tahun 2012, kontribusi FBI atas total income perusahaan meningkat dibanding tahun 2011 yakni menjadi sebesar 6,9 persen di 2012 dari 6,3 persen.
Untuk Fee Based Income dari bisnis e-channel dan trade fi nance sendiri, pada akhir tahun 2012 mengalami peningkatan dari tahun 2011 lalu, berturut-turut yaitu 27,5 dan 61,20 persen.
Seiring dengan itu, pengguna Kartu Debit (Simpedes dan Britama berkartu) di tahun 2012 meningkat lebih dari 60 persen dari 2011 sebanyak 10.5 juta menjadi 17 juta. “Jumlah ATM bertambah 7.000 unit dari tahun 2011, sehingga ditahun 2012 mencapai 14.292 unit,” jelas Ali. (dri)