24 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBUMNKetika Tujuh Bandara Untung dan Enam Bandara Rugi

Ketika Tujuh Bandara Untung dan Enam Bandara Rugi

B5

Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya, Investasi Terbesar Perluasan Ngurah Rai

 

PT Angkasa Pura I mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 878 miliar (unaudited) pada 2012, naik dibanding tahun sebelumnya yakni Rp 656 miliar.

 

DARI sisi pendapatan, perseroan memperoleh Rp 3,4 triliun pada tahun lalu, naik dari 2011 sebesar Rp 2,9 triliun. Laba Angkasa Pura I ditopang oleh tujuh bandara yang dikelola yang sukses mencatatkan keuntungan.

 

Sedangkan enam bandara lainnya menderita rugi. Meski masih banyak yang rugi, sebenarnya ini lebih baik dari tahun sebelumnya, di mana 7 bandara yang mengalami kerugian. ’’Memang masih enam bandara yang rugi.

 

Karena kalau kapasitas kurang dari 3 juta per tahun, sudah dipastikan bandara tersebut akan merugi,’’ kata Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Sutomo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (4/3).

 

Bandara Ngurah Rai Bali menjadi penyumbang utama terhadap laba perusahaan karena paling banyak membukukan keuntungan sepanjang 2012, yaitu Rp 796 miliar. Di urutan kedua ada Bandara Juanda Surabaya yang meraih keuntungan Rp 313 miliar.

 

Bandara Sepinggan Balikpapan membukukan untung Rp 104 miliar, Bandara Adisutjipto Jogjakarta untung Rp 64 miliar, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin untung Rp 30 miliar, Bandara Hassanuddin di Makassar meraup keuntungan Rp 39 miliar, dan Bandara Ahmad Yani di Semarang untung Rp 7 miliar.

 

Sedangkan enam bandara yang rugi adalah Bandara Selaparang di Mataram merugi Rp 49 miliar, Bandara El Tari di Kupang merugi 7 miliar, Bandara Frans Kaisiepo di Biak merugi Rp 23 miliar, Bandara Adisumarmo di Surakarta rugi Rp 22 miliar, Bandara Pattimura di Ambon merugi Rp 22 miliar, serta Bandara Sam Ratulangi di Mandao merugi Rp 3,8 miliar.

 

Tahun ini, perseroan menyiapkan dana investasi triliunan rupiah untuk pengembangan beberapa bandara yang disebut sebagai proyek strategis. Misalnya pengembangan Terminal 2 Bandara Juanda tahap kedua Rp 528 miliar, terminal Banjarmasin Rp 886 miliar, gedung parkir Bandara Sepinggan Balikpapan senilai Rp 150 miliar, perluasan terminal Bandara Sultan Hasanuddin Rp 938 miliar.

 

Untuk Bandara Ahmad Yani Semarang sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Selain itu, proyek penyelesaian Bandara Juanda yang ditargetkan rampung pada September 2013, nilai investasinya mencapai Rp 946 miliar.

 

’’Bandara Sepinggan investasinya Rp 1,7 triliun, diharapkan selesai pada Juli 2013 dan bisa mulai beroperasi dua bulan berikutnya,’’ kata Tommy. Yang terbesar adalah perluasan Bandara Ngurah Rai Bali yang diperkirakan menghabiskan dana investasi Rp 2,8 triliun.

 

Proyek ini sedang dikebut karena Bandara Ngurah Rai ditargetkan sudah dapat beroperasi seluruhnya pada Juli 2013, sebelum gelaran APEC yang akan dihadiri para kepala negara. (dri)


Epaper