
Dilema, Pertaruhan Wulan-Adilla
JAKARTA – Sebentar lagi film drama Dilema tayang di bioskop tanah air. Tepatnya 23 Februari. Film tersebut merupakan per ta ruhan ba gi pasangan suami is tri Wulan Guritno dan Adilla Dimitri. Melalui WGE Pictures, keduanya memproduseri film tersebut dengan dibantu 87 Films milik Robby Ertanto. Lewat film Dilema, pasangan ter se but mencoba meramu film omnibus yang terdiri atas lima ki sah dan disutradarai empat su tra dara. Salah seorang di antara m e reka adalah Adilla Dimitri. ”Sebenarnya nggak pengin muluk-muluk.
Cuma pengin kasih pilihan untuk masyarakat. Mu dah-mudahan disukai masya rakat,” ujar Wulan dalam kon ferensi pers di Cilandak Town Square kemarin (16/2). Dalam film yang mengangkat kisah-kisah seputar kehidupan dunia hitam, underground, premanisme, hingga sisi lain dunia hukum ibu kota itu, Wulan dan sua minya berhasil menggandeng se jumlah aktor dan aktris papan atas.
Di antara mereka, ada Lukman Sardi, Reza Rahadian, Ario Bayu, Slamet Rahardjo, Baim Wong, Jajang C. Noer, Pevita Pearce, Roy Marten, hingga Ray Sahetapy. Wulan merasa beruntung bisa be kerja sama dengan para aktor dan aktris tersebut. ”Kami fight banget untuk mendekati aktor-aktor ini. Skenarionya pas untuk ka rakter masing-masing,” jelasnya. Para aktor dan aktris yang terlibat pun menyatakan antusiasme mereka. Misalnya, yang diungkapkan Reza. ”Di sini saya berperan sebagai arsitek muda sukses.
Alhamdulillah, nggak ada kesulitan dan saya puas dengan hasilnya. Saya rasa, ini film yang penting tahun ini,” kata peraih penghargaan Aktor Terbaik FFI tersebut. Hal senada diungkapkan Baim. Apalagi ini kali pertama dia bermain dalam film layar lebar. Meski hanya mendapat peran sebagai teman Winky Wiryawan, Baim bangga. ”Awalnya beban karena pemainnya bagus-bagus. Tapi puas. Hasilnya bagus banget,” ujarnya. Aktor sekelas Lukman Sardi pun ”tertantang” untuk bermain dalam film itu. Dia mengaku belum terbiasa dengan film yang memiliki banyak plot.
Dia juga sempat minder karena harus beradu akting dengan aktor senior, seperti Slamet Rahardjo dan Ray Sahetapy. ”Senang gabung di film ini. Tapi, cukup rumit dengan multiplot. Jadi, waktu syuting, sering tanya sutradara.
Agak deg-degan juga tandem sama dua aktor senior,” urai Lukman. Sementara itu, Ray menyatakan, film Dilema diharapkan bisa menggugah nurani banyak pihak. Sebab, film tersebut berani mengangkat persoalan bangsa ini. ”Ada soal judi, agama, narkoba. Mu dah-mudahan film ini merangsang pemimpin bangsa untuk menyadari sakitnya bangsa ini dan juga mendorong pemuda In donesia untuk memperbaiki diri,” jelas dia. (ken/c13/any)
| < Prev | Next > |
|---|