JAKARTA - Supply Chain DHL, pemimpin pasar global untuk solusi logistik, tahun ini menyiapkan dana senilai EUR 40 juta atau sekitar Rp 512 miliar.
Dana itu digunakan untuk beberapa tahun ke depan sebagai upaya memerkuat posisi terdepannya di pasar Indonesia. “Investasi termasuk untuk sarana pergudangan terbaru kami seluas 17 ribu meter persegi di Cimanggis, tambah armada baru, dan sumberdaya manusia pada 2015,” kata Oscar de Bok, CEO DHL Supply Chain untuk Asia Selatan dan Tenggara di Jakarta, Rabu (27/2).
Menurut Oscar, sarana itu merupakan gudang built-to-suit (BTS) atau sesuai kebutuhan bisnis, ke tiga, yang menawarkan fi tur-fi tur yang khusus dirancang untuk pelanggan yang bergerak dalam industri barang konsumsi harian (FMCG).
Oscar lebih jauh menjelaskan, hingga 2015, DHL Supply Chain berencana meningkatkan armada transportasinya lebih dari 100 persen, dari jumlah armada saat ini yang mencapai 370 kendaraan, menambah jumlah pegawai lebih dari 70 persen dari jumlah karyawan yang saat ini mencapai sekitar 2.250 karyawan, dan menambahkan ruang gudang hingga 60 persen untuk meningkatkan jumlah jaringannya yang saat ini mencapai 164.
“Indonesia merupakan fokus utama kami. Para pakar perindustrian memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahun ini di Indonesia mencapai 6,3 persen, dan dalam industri rantai pasokan kami perkirakan pertumbuhannya mencapai dua digit,” kata Oscar.
Inilah sebabnya, lanjut Oscar, mengapa pihaknya secara proaktif melakukan investasi untuk memastikan DHL memiliki infrastruktur dan orangorang yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Kemarin, DHL Supply Chain meresmikan investasi pertama dari rangkain rencana investasi mereka, yakni, sebuah gudang baru seluas 17 ribu meterpersegi yang terletak di Cimanggis dan dibangun dengan standar kelas dunia dan fi tur-fi tur yang canggih yang dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan khusus pelanggan.
Menurut Oscar, fasilitas itu mengkonsolidasikan dan menyimpan pengiriman sebelum kemudian mendistribusikannya kembali ke 300 saluran distribusi dan empat pabrik di wilayah tersebut. Gudang tersebut memiliki galangan yang cukup untuk menampung 176 peti kemas per hari atau 64.240 per tahun.
Lokasinya yang strategis memungkinkan pengiriman lebih cepat dalam wilayah Jakarta dan juga menyediakan akses yang mudah ke titik keberangkatan ekspor utama. Gudang baru juga melengkapi gudang spesialis lainnya yang ditawarkan oleh DHL Supply Chain di wilayah Jabodetabek di Cikarang, Kedunghalang, Marunda, Sunter, Sentul, dan Cililitan yang mendukung para pelanggan di sektor otomotif, ritel, dan teknologi tinggi.
Gudang Cimanggis adalah gudang BTS ketiga yang dibangun oleh perusahaan, setelah gudang-gudang yang berada di Cikarang dan Cililitan. Sementara, Abdul Rahim Tahir, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia mengatakan salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat jejak pelanggan di Indonesia adalah dengan terus memperluas layanan bagi industri- industri yang berkembang dengan pesat di Indonesia, seperti sektor konsumsi, ritel, otomotif, energi, dan teknologi.
“Kami telah mengembangkan keahlian khusus di bidang tersebut di jaringan global kami dan telah menerapkan pengalaman terbaik kami di tingkat lokal,” kata Rahim Tahir. Selain melakukan investasi di bidang operasional, DHL Supply Chain juga berkomitmen untuk secara aktif mendukung karir karyawan.
Rahim Tahir menyampaikan secara konsisten pihaknya senantiasa mencari cara, dimana dapat menyediakan program training dan pengembangan bagi karyawan. (vit)