
TANGGUL sepanjang 31 meter di Kali Sun ter, Jalan Sindang, Koja, Jakarta Utara (Jakut), Minggu kemarin jebol.
Hal itu membuat luapan air masuk ke saluran, yang berada tidak jauh dari pinggir kali. Untuk mencegah air menggenangi pemukiman warga sekitar, Sudin PU Tata Air Jakut, langsung menambal tanggul yang jebol dengan karung pasir.
Puluhan pekerja tampak menambal tanggul tersebut. ”Tanggul ini jebol akibat pohon tumbang, karena akarnya tidak kuat, saat ada angin kencang. Pohon itu berada per sis di sepanjang tanggul.
Jadi saat pohon tumbang, tanggulnya ikut roboh,” ujar Pengawas kerja dari Sudin PU Tata air Cecep Resmawan, saat ditemui di lo kasi tanggul jebol, kemarin (13/1).
”Tang gul jebol sekitar pukul 10.00,” imbuhnya. Buntut dari jebolnya tanggul, puluhan warga tampak mendatangi lokasi. Me reka berharap, perbaikan cepat selesai. ”Ja ngan sampai air kali meluap sampai ma suk ke saluran. Bisa menggenangi pemu kiman,” terang Roy, salah satu warga.
Untuk diketahui, saluran air di Jalan Sin dang, baru dibuat beberapa tahun lalu. Sebelumnya, hanya jalur hijau yang ditumbuhi pepohonan. Sementara itu, pascahujan lebat kemarin, sejumlah ruas ja lan di Jakut tergenang.
Ge na ngan air contohnya terjadi di Ja lan Gunung Sahari, arah An col dan sebaliknya. Di Jalan Kam pung Bandan An col, Lodan dan Jalan Eng ga no. Serta di Pos 9 depan JICT. ”Ke tinggian air mulai 20 cm, bah kan sampai ada yang mencapai 50 cm lebih.
Hal ini membuat arus lalu lintas menjadi ter sendat,” ujar petugas operator TMC Lantas Polres Jakut Aip tu Sutrasno. Genangan air tidak hanya terjadi di jalan utama. Namun juga di jalan perumahan warga. Se per ti di Koja, Cilincing dan Ja lan Gaya Motor Sunter.
”Di Ja lan Gaya Motor 1 dan 2 depan As tra sempat tergenang setinggi 60 cm sampai dengan 80 cm. Ka mi meminta Sudin PU Tata air agar segera memasang pom pa,” ungkap Ketua LMK Sungai Bam bu Zamrud Antuli. Gena ngan juga terjadi di Jalan Go ron talo 1 sampai 5 dan di Jalan Ganggeng 1 sampai 6. (dai)