
MALE – Insiden bentrok antara militer dan polisi pasca-penangkapan seorang hakim senior di Maladewa memaksa Presiden Mohamed Nasheed, 44, mundur. Kemarin (6/2) Nasheed mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi. Pada hari yang sama, Wakil Presiden (Wapres) Mohammed Waheed Hassan dilantik sebagai pengganti. ’’Saya mengimbau semua pihak untuk mengupayakan perdamaian di negeri ini,’’ kata Hassan.
Dalam pidatonya yang pertama sebagai presiden, dia berjanji melindu ngi Nasheed. Pendahulu Hassan itu menjadi sasaran protes warga di negeri kepulauan selatan India tersebut setelah memerintahkan penangkapan atas Hakim Ketua Mahkamah Kriminal Abdulla Mohamed. Militer yang menerima perintah dari Nasheed langsung bergerak. Namun, Mohamed menolak penangkapan itu dan menyebut perintah tersebut ilegal.
Hal itu lantas memicu konfl ik antara militer dan polisi sekaligus perpecahan di tubuh militer dan polisi. Kubu Nasheed pun menganggap pembangkangan polisi itu sebagai upaya kudeta. Sebagai pemimpin negara, sebenarnya Nasheed bisa saja memerintahkan militer untuk melawan upaya kudeta polisi. Namun, dia tak mau memperuncing masalah dan memilih mundur.
’’Saya tak mau menyakiti warga Maladewa. Saya rasa, de ngan bertahan di pemerintahan, saya hanya akan membuat masalah menjadi lebih besar. Ka rena itu, mundur merupakan pilihan terbaik.” Tak lama setelah Nasheed mundur dan Hassan dilantik, pemerintahan baru membebaskan Mohamed. Hassan pun meminta semua pihak yang berkonfl ik segera berdamai. (AP/AFP/hep/dwi)
| < Prev | Next > |
|---|