TEKANAN atas rezim Assad terus menguat. Antara lain, tekanan itu datang dari negara-negara Teluk, yang masih tercatat sebagai tetangga dekat Syria. Merespons situasi di Syria, terutama kekerasan yang dilakukan oleh tentara pro-Assad atas warga sipil Syria, negara-negara Teluk bersikap keras. Enam negara Arab anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tidak hanya memutuskan untuk menarik para duta besar (dubes) mereka di Damaskus. Mereka juga mengusir dubes Syria yang selama ini mewakili rezim Assad dan bertugas di negara masing-masing.
GCC merupakan organisasi kerja sama ekonomi dan politik yang beranggotakan negara-negara Arab di kawasan Semenanjing Arab dan berbatasan de ngan Teluk Persia. Mereka adalah Arab Saudi, Bahrain, Oman, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). ’’Negara-negara anggota memutuskan untuk menarik para dubes mereka dari Syria. Pada saat yang bersamaan, semua dubes dari rezim Syria diminta meninggalkan negara anggota,’’ ungkap jubir GCC Selasa malam WIB (7/2).
’’Tak ada alasan bagi mereka (para dubes Syria, Red) untuk tinggal setelah rezim Syria menolak semua upaya dan menggugurkan langkah yang tulus dari negara-negara Arab untuk menyelesaikan krisis maupun mengakhiri pertumpahan darah (di Syria) ini,’’ lanjut pernyataan tersebut. Blok itu juga mengutuk keras ’’pembantaian masal atas rakyat Syria yang tak bersenjata’’ selama sekitar 11 bulan revolusi anti-Assad.
’’Dengan perasaan duka dan marah, negara-negara anggota juga terus mengikuti meningkatnya pembunuhan dan kekerasan di Syria yang juga menarget anakanak, orang tua, atau kaum hawa. Tindakan itu dapat dilukiskan sebagai pembantaian masal,’’ papar pernyataan GCC. Langkah GCC itu mengikuti keputusan yang diambil pemerintah Tunisia.
Negara di utara Afrika yang pertama kali diterpa revolusi di dunia Arab tersebut mengumumkan pengusiran dubes Syria di Kota Tunis pada Sabtu lalu (4/2). Meski begitu, tak seluruh anggota yang menarik pulang dubes mereka di Syria. Sejauh ini baru Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Saudi Arabia yang memanggil pulang dubesnya dari Damaskus.
Oman dan UEA belum mengikuti. Pengumuman negara-negara Teluk itu terjadi setelah Prancis, Italia, Belanda, dan Spanyol pada Selasa lalu juga mengumumkan penarikan para dubes mereka di Damaskus. Empat negara Eropa itu menyusul Inggris dan Belgia yang lebih dulu menarik pulang dubes dan utusan diplomatik mereka untuk konsultasi.
Bahkan, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menutup total Kedubesnya di Damaskus serta memulangkan seluruh diplomat dan stafnya dari ibu kota Syria. Keputusan GCC tersebut sekaligus meningkatkan suhu konfl ik dengan rezim Assad. Sebelumnya, Liga Arab telah mengirimkan tim pengamat ke Syria untuk mengawasi upaya mengakhiri kekerasan di sana. Liga Arab menghentikan misinya akhir bulan lalu setelah kekerasan justru meningkat.
Sejak saat itu, Liga Arab yang beranggotakan 22 negara menawarkan usul agar Assad menyerahkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden (Wapres) Faruq al-Shara. Liga Arab juga mengusulkan pemerintahan persatuan nasional di Syria untuk mengawasi persiapan pemilu yang demokratis. Tetapi, Syria menolak proposal itu. (AFP/RTR/cak/dwi)
| < Prev | Next > |
|---|