
KIEV – Cuaca dingin ekstrem yang beberapa hari ini telah membekukan Eropa terus merenggut korban. Hingga kemarin (8/2) korban jiwa di seantero benua biru tersebut dilaporkan telah melampaui 400 orang. Puluhan ribu warga terisolasi karena salju sangat tebal memaksa mereka tidak bisa bepergian. Sejumlah korban tewas ditemukan di dalam rumah, mobil, dan bahkan di jalan di wilayah Balkan, Italia, Hungaria, Polandia, Yunani, dan Jerman.
Temperatur udara turun sangat drastis ke rekor terbaru minus 39,4 derajat Celsius di Provinsi Kvilda, Republik Ceko, Selasa malam (7/2) waktu setempat. Pemerintah Serbia menyatakan bahwa 70 ribu warganya terjebak di sejumlah desa. Status darurat telah diberlakukan. Ahli bahan peledak telah dikerahkan untuk menjaga Sungai Ibar dari kebekuan total. Selain itu, kapal pemecah es diturunkan untuk membersihkan Sungai Danube. Para awak kapal akan menggunakan dinamit untuk memecahkan bongkahan es.
Sungai Danube masih bisa dilayari kapal, meski kondisinya sulit. Di selatan Kroasia, ratusan desa mulai kehabisan stok obat-obatan dan makanan. Tim penyelamat, termasuk para pemadam kebakaran dan tentara, berusaha mendapatkan kebutuhan paling mendasar untuk warga setempat. Tinggi salju mencapai 1,5 meter di kawasan tersebut. Alat pembajak salju sudah tak mampu menjangkau lokasi. Seorang warga lokal mengatakan kepada harian Slobdona Dalmacija bahwa dirinya harus berjalan kaki 17 kilometer untuk membeli roti dan kebutuhan pokok lainnya.
Dari Rusia, dilaporkan bahwa udara dingin membeku telah menewaskan setidaknya 110 orang sejak awal tahun ini. ’’Sampai pagi ini (kemarin, Red) korban tewas orang dewasa sudah mencapai 110 jiwa,’’ ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Konstantin Proshin. Dia menambahkan, data tersebut tidak termasuk korban jiwa anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.
Di wilayah Rusia, temperatur udara mencapai minus 22 derajat Celsius kemarin pagi di Moskow. Di Yakuta, Siberia, suhu udara mencapai minus 33 derajat Celsius. ’’Suhu udara tidak wajar di bagian tengah Eropa serta Rusia akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Akhir pekan ini temperatur akan bertambah dingin,’’ jelas badan perakiraan cuaca setempat.
Nahas menimpa seorang imigran ilegal asal Turki yang hendak memasuki wilayah Yunani. Pria berumur 20-an tahun itu dilaporkan tewas setelah memanfaatkan sungai yang membeku akibat cuaca dingin. Polisi menyatakan, pria itu ditemukan di dekat perbatasan Desa Tychero. Lima imigran ilegal lainnya juga ditemukan tewas tenggelam di Sungai Evros akibat hipotermia. (AFP/cak/dwi)
| < Prev | Next > |
|---|