TANGERANG-Sebuah gudang penyuntikan tabung gas elpiji di Jalan H. Mean RT 02/02 Kelurahan Karang Timur Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang meledak Sabtu pagi (18/2). Akibatnya, lima orang karyawan yang diduga sedang mengoplos tabung gas elpiji mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Luka bakar mencapai 50 persen.
Belakangan, mereka diketahui bernama Sakih (36), Raub (32), Bawor, 31, Sawin (24), dan Iwan (21). Selain melukai lima karyawan, ledakan itu menghanguskan 500 tabung gas ukuran 3 kilogram, 200 tabung ukuran 12 kilogram, satu unit truk Isuzu ELP bernomor polisi B 9396 FH dan satu unit mobil Daihatsu pick up yang belum diketahui nomor polisinya. Berdasarkan informasi yang dihimpun INDOPOS, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 saat karyawan gudang penyuntikan gas elpiji itu mulai beraktivitas. Tiba-tiba, tercium bau gas dari gudang itu.
”Sepertinya, saat itu karyawannya sedang menyuntik tabung gas dari ukuran 3 kilogram dipindahkan ke tabung 12 kilogram yang ada dalam gudang,” kata Sahdiah, warga yang tinggal 15 meter dari gudang tersebut. Tak lama kemudian, terdengar ledakan keras yang mengagetkan warga sekitar. ”Ledakannya keras banget, sampai-sampai dinding rumah saya bergetar,” ungkapnya. Penasaran, dia langsung berlari keluar rumah, mencari asal suara ledakan. Dia terkejut saat melihat gudang yang tidak jauh dari rumahnya itu sudah dilalap api. Dia dan para tetangga pun bergegas menyelamatkan barang-barang berharga.
”Apinya cepat membesar dan melalap atap gudang. Kami sangat panik dan berusaha menyelamatkan barang berharga seperti berbagai dokumen. Alhamdulillah, api nggak sampai menjalar ke rumah kami,” tutur Saini (45), warga setempat. Api baru berhasil dipadamkan setelah lebih tiga jam berkobar melahap atap dan isi gudang. Sebanyak sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melawan si jago merah. Sahdiah menambahkan, sebenarnya keberadaan gudang itu sudah lama dipermasalahkan.
Beberapa warga pernah menanyakan langsung mengenai aktivitas di dalam gudang, dan melarang begitu mengetahuinya sebagai gudang gas elpiji. Namun, peringatan warga tidak pernah digubris. ”Warga sempat melarang gudang itu beroperasi karena dinilai membahayakan warga. Akan tetapi, pemilik gudang tidak menghiraukan dan tetap menjalankan aktivitasnya,” katanya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Metro Tangerang AKBP Rahmat mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab peristiwa itu.
”Kami sedang dalami dan selidiki,” ucapnya singkat ketika ditemui di kantornya, kemarin. Kelima korban, kata dia, langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Olah kejadian tempat perkara sudah dilakukan, beberapa saksi yang merupakan warga setempat pun sudah dimintai keterangan. Namun, dia mengaku kesulitan melengkapi data karena saksi korban belum bisa dimintai keterangan akibat luka bakar yang diderita cukup parah. ”Kami masih mencari pemilik gudang itu untuk dimintai keterangan terkait keberadaan pabrik yang sudah beroperasi selama dua tahun itu,” tuturnya. (gin)
| < Prev | Next > |
|---|