Bawa SS 1 Kg Dalam Filter Air

Sial benar nasib Denny Firmansyah, 35. Tukang parkir di Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat itu terancam hukuman mati gara-gara bersedia menerima paket misterius. Sebab isi paket tersebut ternyata sabu-sabu lebih dari 1 kg dari sindikat internasional. Diapun akhirnya meringkuk di ruang tanahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur.

Berita Lainnya

Kemarin dia disandingkan dengan tiga tersangka kasus narkoba sindikat internasional yang lain dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba di halaman belakang Kantor BNN. Tiga tersangka lain yakni seorang WN Afrika Selatan, Kamara David alias Rocky serta pacarnya Kathereda Moniqa alias Jayanti Kemal warga Bekasi, serta Ratna Sari Dewi, warga Banjarmasin, Kalimantan Bara.

Tersangka WN Afrika Selatan berikut pacarnya terlibat penyelundupan sabu sabu 441,2 gram asal India. Barang haram itu berasal dari India yang diselundupkan ke dalam lukisan. Kasus tersbut terbongkar oleh petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta pada awal bulan lalu. Sementara tersangka terakhir diringkus gara-gara menerima paket sabu sabu 520,2 gram dari Liberia atas perintah suaminya.

Sabu sabu itu diselundupkan ke dalam sparepart mobil antaralain piston, filter bensin, dan filter udara. Sebagian besar barang bukti tersebut dimusnahkan dengan mesin incenerator. Sedangkan sebagian kecil barang bukti disisakan untuk pembuktian perkara dan kepentingan pengujian lab. Ketiga kasus tersebut terbongkar berdasarkan teknik control delivery, oleh petugas Bea Cukai dan perusahaan jasa pengiriman barang yang bekerjasama dengan petugas.

Hanya saja, para tersangka yang ditangkap kebanyakan bukan merupakan pemilik narkobanya langsung. Seperti pengakuan Denny, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir, menyangkal sabu sabu bernilai miliaran rupiah itu miliknya. ”Mana mungkin Bang saya punya duit sebanyak itu untuk beli,” tuturnya. Dia berdalih, waktu itu saat beraktivitas seperti biasa, ada seorang yang tak dikenal mendekatinya.

Sementara itu Direktur Pengawasan Tahanan, Barang Bukti, dan Aset BNN, Sundari S.Sos, MH, mengaku semenjak awal tahun pihaknya lima kali memusnahkan barang bukti narkoba. Barang bukti itu berasal dari belasan kasus penyelundupan narkoba dari luar negeri melalui jasa paket. Modus penyelundupan jasa paket rupanya masih menjadi trend sindikat narkoba. (dni)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?