
BEKASI-Lagi, aksi demonstrasi menuntut penuntasan berbagai kasus korupsi di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi selama di bawah kepemimpinan Bupati Bekasi Sa’duddin digelar. Kali ini 600 mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Bekasi (Kasbi) dan warga Bekasi berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (21/02).
Aksi demo yang digelar berbarengan dengan pembacaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bekasi Sa’dudin 2011 itu, menuntut kalangan DPRD setempat membuat rekomendasi tentang pengusutan beberapa kasus korupsi tersebut. Para mahasiswa juga menilai lima tahun memimpin Kabupaten Bekasi, Sa’duddin gagal. Selain banyak korupsi, selama kepemimpinan bupati asal PKS itu, pembangunan Kabupaten Bekasi stagnan.
Kordinator aksi demo, Firman mengatakan banyak kasus korupsi yang terjadi selama Bupati Sa’duddin menjabat. Seperti pengalihan tanah kas desa seluas 600 hektare di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. Serta proyek fiktif pembangunan Jalan Sasak Papan-Sukadaya sebesar Rp 2,2 miliar yang dananya berasal dari APBD Kabupaten Bekasi 2010.
”Tanah kas desa yang hilang seluas 600 hektare itu tidak jelas. Tapi kini di atas tanah itu berdiri belasan perusahaan. Begitu juga kasus proyek fiktif jalan senilai Rp 2,2 miliar. Kami minta penegak hukum turun tangan,” cetusnya juga. Dia juga mengatakan selama 5 tahun dipimpin Sa’ddudin, pembangunan di Kabupaten Bekasi tidak ada perubahan signifikan.
Sementara itu, rapat paripurna istimewa terkait LKPj Bupati Bekasi Sa’dudin selama lima tahun, Pansus 21 DPRD Kabupaten Tangerang memberikan 21 item rekomendasi. ”Kami tidak bisa menilai baik atau buruk kinerja bupati selama 5 tahun. Kami hanya memberikan rekomendasi yang kami anggap tidak tepat,” papar Abdul Kholik, Ketua Pansus 21 kepada INDOPOS kemarin.
Salah satunya, penyelesaian kasus TKD (tanah kas desa) di Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara seluas 600 hektare. Selain itu, ada beberapa catatan rekomendasi seperti pencatatan keuangan yang belum profesional dan beberapa rekomendasi lainnya. Terpisah, Bupati Sa’ddudin usai Rapat Paripurna Istimewa LKPJ lima tahun kepempinannya dengan santai menanggapi aksi demontrasi tersebut.
Saat ditanya INDOPOS, dia mengatakan demontrasi itu bukan ditujukan kepada dirinya melainkan kepada DPRD. ”Kan demonya dilakukan di gedung DPRD Kabupaten Bekasi,” ucapnya santai. Ketika ditanya lagi tentang tudingan pendemo kalau dia dianggap gagal memimpin Bekasi selama 5 tahun? Sa’ddudin tetap enggan berkomentar dan menyuruh koran ini meminta tanggapan ke pimpinan dewan. ”Tanya saja ke pimpinan dewan langsung,” cetusnya. (dny)
| < Prev | Next > |
|---|