PAN-PPP Juga Cabut Dukungan terhadap Ismet

TANGERANG-Virus penarikan dukungan terhadap pemerintahan Bupati Ismet Iskandar menular. Setelah PDIP beberapa hari lalu keluar dari koalisi ”Benteng Bersatu” yang mengusung Ismet Iskandar jadi bupati pada Pemilukada 2008 lalu, partai pengusung lainnya yakni PAN dan PPP juga mengikuti langkah serupa. DPC PAN Kabupaten Tangerang memastikan 60 persen bakal hengkang dari koalisi Benteng Bersatu.

Berita Lainnya

Sedangkan, pengurus PPP Kabupaten Tangerang mengaku sudah tidak mau ambil pusing lagi dengan kebijakan koalisi. Kini tinggal Partai Golkar yang setia mendukung pemerintahan periode kedua Bupati Ismet Iskandar. ”Di tingkat grass root PAN, 60 persen menginginkan kami angkat kaki dari koalisi,” terang Marlan Akip, Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang.

Hanya saja, terangnya juga, pihaknya masih menunggu Rakercab PAN beberapa bulan mendatang untuk memastikan secara resmi pencabutan dukungan tersebut. Alasan grass root meminta partai besutan Hatta Rajasa ini angkat kaki karena menilai tidak ada lagi komunikasi yang baik antarpartai di dalam koalisi. Termasuk juga kebijakan yang dilakukan Bupati Ismet Iskandar tidak sama lagi dengan PAN terkait pembangunan di Kabupaten Tangerang.

”Seharusnya, kalau kami dianggap partai koalisi seharusnya saat mengambil kebijakan diajak bicara dong. Tapi selama ini tidak pernah. Jadi buat apalagi kami ada di dalam koalisi mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kalau kami tidak dianggap,” ungkapnya kepada INDOPOS kemarin. Serupa, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Tangerang Nazil Fikri mengaku sudah sejak lama angkat kaki dari koalisi yang dianggapnya inkonsisten tersebut.

Alasan, serupa seperti yang diutarakan PDIP dan PAN. Kurangnya koordinasi dan komunikasi diantara partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Benteng Bersatu. ”Kalau kami mah sudah lama mencabut dukungan. Kami sudah tidak mau ambil pusing dalam koalisi pendukung Bupati Ismet. Karena nyatanya komitmen dan komunikasi tidak terjalin dengan baik.

Kami dibuat seperti pendorong mobil. Setelah mobil menyala, kami ditinggalkan,” cetusnya. Bagaimana sikap Partai Golkar ditinggalkan tiga partai koleganya? Partai berlambang beringin itu menuding langkah PDIP, PAN dan PPP itu dianggap hanya sebagai alat cari muka kepada masyarakat jelang Pemilukada Kabupaten Tangerang yang akan digelar pada awal 2013 mendatang.

”Mereka punya kepentingan di Pilkada kali yah makanya cabut dukungan” terang Intan Nurul Hikmah, Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang. Politisi Golkar yang juga anak bungsu Bupati Ismet Iskandar ini menilai ada yang aneh dengan pencabutan dukungan tersebut. Lantaran dilakukan jelang berakhirnya masa jabatan ayahnya pada awal 2013 mendatang.

Lantaran menurut anggota DPRD Kabupaten Tangerang ini juga, kenapa pencabutan dukungan itu tidak dilakukan pada awal-awal pemerintahan. Jika memang alasannya kebijakan bupati tidak pro rakyat. Apalagi, penyusunan APBD diikuti semua perwakilan partai yang ada di DPRD Kabupaten Tangerang termasuk kader PDIP, PAN dan PPP.

Terkait tidak adanya komunikasi antarpartai koalisi? Intan mengatakan tidak seperti itu kondisi sesungguhnya. Partai Golkar selalu berusaha membuka komunikasi. ”Saya sendiri masih sering berkomunikasi kok dengan mereka. Kalau pencabutan dukungan terkait kepentingan untuk pemilukada, yah silahkan. Tapi aneh saja kok akhir masa pemerintahan,” cetusnya. (kin)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?