JAKARTA – Wakil Presiden, Boediono dipastikan membuka secara resmi perhelatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di pesantren Lirboyo, Kediri. Mukernas PPP ini berlangsung mulai 21-23 Februari 2012. Ketua panitia Mukernas PPP, Iskandar Sjaichu menuturkan, sejak lama memang sudah meminta Wakil Presiden, Boediono untuk meresmikan Mukernas PPP.
Bahkan permohonan itu pun disampaikan langsung panitia saat bertemu wakil presiden. “Kami panitia Mukernas sangat berterima kasih atas kehadiran Wapres, Boediono. Itu cukup memberikan dorongan bagi kader partai,” terang Iskandar Sjaichu saat disela persiapan Mukernas, di Kediri, Jawa Timur, Senin (20/2). Anggota DPR Komisi X ini pun menyebutkan kehadiran Boediono tak sebatas membuka Mukernas PPP, tetapi juga menyampaikan pandangan politiknya terhadap PPP.
Itu dapat menjadi materi pengetahuan bagi PPP yang sangat bermanfaat. Dia berkeyakinan kehadiran Wapres, Boediono tersebut dapat memberikan dukungan semangat bagi kader partai. Untuk menyelesaikan tugas internal organisasi, yakni pembahasan Mukernas PPP yang terbilang sangat penting. “Mau tidak mau, perhelatan politik akbar Pemilu 2014 itu harus dijawab.
Degnan membuat strategi politik yang baik dan berkarakter,” terangnya. Strategi itulah, lanjut dia yang menjadi agenda pokok dalam pembahasan Mukernas PPP. Agar posisi politik PPP pada tahun mendatang lebih kuat dan mantap. Dengan parameter keberhasilan yang terukur. Tak itu saja, dia menerangkan target lain Mukernas PPP adalah keberhasilan menggandeng kader muda PPP dari berbagai kalangan. Jumlahnya paling minimun 12 juta kader baru. Itu merupakan pekerjaan politik yang sangat besar.
“Butuh kerja keras seluruh kader, mendorong partai PPP menjadi lebih solid di pemilu 2014,” terangnya. Dengan jumlah kader baru yang banyak, dia meyakini komposisi PPP dalam lingkup legislatif pun bisa melonjak. Paling tidak ada penambahan kursi perwakilan PPP di DPR RI.
Termasuk pula perwakilan PPP di daerah. Iskandar Sjaichu meminta hajat Mukernas PPP itu harus dapt berlangsugn secara baik. Menghasilkan program kerja yang realible, efektif dan aplikatif. Tidak lagi pada tataran ideologi saja. Karena PPP sebagai partai Islam telah jelas ideologinya. “Hasil Mukernas itu sudah berupa program kerja yagn dapat diterapkan. Bukan sebatas wacana-wacana saja,” pungkasnya. (rko)
| < Prev | Next > |
|---|