Roadmap Produk Biotek

JAKARTA – Untuk mampu mendukung target peningkatan produksi pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah menyiapkan roadmap produk bioteknologi pertanian. ”Saya sudah meminta pusat bioteknologi pertanian di Bogor untuk segera membuat roadmap atau peta jalan pengembangan bioteknologi di Indonesia.

Berita Lainnya

Kita (Kementan, Red) menyiapkan aspek policy untuk bioteknya. Bagaimana agar biotek mendukung peningkatan produksi pangan seperti beras, jagung, kedelai dan gula,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriwan di Jakarta, (20/2).

Dia meminta penyusunan roadmap segera dimulai, sehingga peta ke depan mengenai bioteknologi bisa diketahui. Ia mengakui bioteknologi bukan segala-galanya, tetapi penerapannya akan mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menurunkan biaya produksi. Roadmap itu, diharapkan membuka prospek masa depan pertanian. Untuk itu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Biotek harus memilih produk pangan yang menggunakan biotek. Karena selama ini bioteknologi belum diimplementasikan secara luas.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian (BB Biogen) Karden Mulya mengatakan, dari sisi kebijakan, pedoman mengenai pengkajian keamanan pangan produk bioteknologi sudah diterbitkan pada 2008.

”Memang kita akui dari sisi teknologinya masih lamban, karena tidak semua teknologi bisa diterapkan di Indonesia. Misalkan produk bioteknologi kedelai, tidak bisa langsung ditanam di Indonesia, karena kedelai sangat sensitif dengan paparan sinar matahari,” ungkapnya.

Karden mencontohkan, karena paparan sinar matahari di Indonesia bisa mencapai 12 jam, akibatnya kedelai hasil bioteknologi tidak menghasilkan biji. Untuk itu, tanaman kedelai hasil bioteknologi masih dalam proses perbaikan.

Tetapi untuk produk jagung bioteknologi, sudah dikaji dan dinyatakan aman pangan. Menurut Karden, produk bioteknologi harus memenuhi syarat aman pangan, lingkungan, dan pakan sebelum dijadikan sebagai bahan pangan dan pakan. ”Saat ini, yang masih dalam tahap pengkajian teknis itu jagung, kentang, tebu, golden rice. Dan dari hasil kajian yang nggak cocok itu sebagian jagung,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri International Service for the Acquisition of Agri-Biotech Applications Clive James mengatakan, adopsi tanaman bioteknologi saat ini terus berkembang. Sepanjang 2011 lalu, tambahan luas areal tanam produk bioteknologi mencapai 12 juta hektare (ha) atau tumbuh 8 persen dibandingkan 2010.

”Jadi sepanjang 2011, luas areal yang sudah ditanam mencapai 160 juta ha atau naik dari 148 juta ha pada 2010. Luas areal tersebut naik 94 kali lipat dibandingkan sejak komersialisasi bioteknologi pada 1996,” ungkapnya. (aro)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?