95 Calon Independen Ikuti Pilkada Serentak Aceh

JAKARTA – Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak di Nanggroe Aceh Darussalam mendapat perhatian ekstra dari DPR. Satu tim khusus gabungan unsur DPR dan pemerintah akan dibentuk untuk menyupervisi pemilu lokal yang dihelat pada 9 April 2012 itu. Bahkan, DPR bersama peme rintah bersepakat turun langsung ke Aceh untuk mendeklarasikan pilkada yang damai.

Berita Lainnya

Perlakuan istimewa semacam itu baru kali pertama terjadi sejak era pilkada digelar secara langsung pada 2005. ”Aceh susah payah memba ngun suasana damai. Jangan sampai itu tercederai pelaksanaan pilkada serentak. Kami ingin memastikan Aceh tetap damai,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang juga ketua Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh setelah memimpin rapat gabungan di gedung DPR kemarin (16/2).

Hadir dalam rapat yang digelar secara terbuka itu Mendagri Gamawan Fauzi, Kapolri Timur Pradopo, Kepala BIN Marciano Norman, Ketua KPU Abdul Hafi z Anshary, dan anggota Bawaslu Waidah Suaib. Ada juga Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim. ”DPR dan pemerintah bersepakat membentuk tim gabungan yang bersama-sama melakukan supervisi,” tegas Priyo.

Sejumlah perwakilan DPR dan pemerintah pusat juga akan menghadiri deklarasi pilkada damai di Aceh. ”Waktunya nanti dikoordinasikan. Insya Allah DPR saya pimpin bersama teman-teman. Pemerintah terserah, Mendagri atau Menko Polkam,” ujarnya. Ketua KPU Abdul Hafi z Anshary mengatakan, KIP Aceh telah mendata pemilih. Hasilnya, terdaftar 3.227.568 calon pemilih.

Dalam pilkada serentak di 13 kabupaten, 4 kota, plus provinsi itu muncul 144 pasangan calon kepala daerah. Pasangan independen mendominasi. Sebanyak 95 di antara 144 pasangan maju dari jalur independen. ”Khusus provinsi, dari lima pasangan calon, perinciannya tiga calon perseorangan dan dua pasangan dari parpol,” jelas Hafi z. (pri/c11/tof)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?