JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing atau Tim Lima yang terdiri dari HMI Jabodetabek dan Banten, LISUMA Jakarta, Pusaka Indonesia, BEM RI, dan IMIKI mendukung sikap tegas Presiden SBY terhadap aksi boikot yang dilakukan negara asing terhadap produk Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Koordinator Tim Lima, Rudy Gani, juga meminta agar SBY tidak ragu menunjuk hidung LSM asing yang selalu menjelek-jelekkan nama Indonesia di panggung internasional,
Setiap donatur menyumbang Rp 75 ribu per bulan. Itu artinya, Greenpeace menerima sumbangan sebesar Rp 2,250 miliar per bulan atau senilai Rp 27 miliar per tahun. “Anehnya, dalam laporan keuangan 2009 dan 2010 yang dimuat di Kompas dan Republika akhir tahun lalu (Kamis, 25/10/2011), Greenpeace menyebutkan menerima donasi hanya Rp 6,5 miliar pada 2009 dan Rp 10,2 miliar pada 2010. Sisanya ke mana?” ujar Rudy.
Masih dalam laporan keuangan yang sama, menurut Rudy, Greepeace Indonesia juga tercatat mengantongi dana sumbangan dari Greenpeace S.E.A Foundation sebesar Rp 1,2 miliar pada 2009 dan Rp 1,7 miliar pada 2010. Greenpeace, lanjut Rudy, juga tercatat menerima dana bantuan asing dan dana judi Postcode Lottery dari Belanda seperti yang dimuat dalam website resmi organisasi itu. Dana lainnya, lanjut Rudi, juga mengucur dari kantor pusat Greenpeace di Belanda senilai 620 ribu poundsterling atau senilai Rp 8,7 miliar untuk Greenpeace cabang Indonesia.
“Pada halaman 19-20 disebutkan, salah satu proyek kampanye internasional Greenpeace adalah kampanye melawan Indonesia dan perusahaan perusahaan di Indonesia,” katanya. Karenanya, jika tidak diaudit pemerintah, perilaku Greenpeace yang kerap dituduh membawa kepentingan asing dapat leluasa mengobok-obok kewibawaan Indonesia dengan dana besar yang di kantongnya.
“Kita tentu saja tidak ingin itu terjadi. Sebagai elemen bangsa, kami siap mengawal kedaulatan NKRI,” tukas dia. Di hadapan 128 Duta Besar negara sahabat di Gedung Pancasila Rabu lalu (15/2), SBY mengatakan ia mendengar aksi boikot melawan atau melarang produk sawit Indonesia. “Terus terang kalau ada aksi itu menurut saya kurang fair. Karena kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain," ujar SBY.
Menurut Rudy, pernyataan SBY ini juga merupakan peringatan keras yang dialamatkan kepada negara-negara yang menitipkan agendanya pada LSM asing dengan melakukan kampanye hitam untuk memojokkan Indonesia. "Pola negara-negara maju menggerogoti negeri ini salah satunya ya lewat jalan pendanaan pada NGO-NGO asing yang ada di negeri ini," pungkasnya.
Sementara itu, menanggapi siaran pers tersebut, Juru Kampanye Greenpeace untuk wilayah Asia Tenggara Hikmat Soeritanuwijaya menyatakan, bahwa apa yang dituduhkan pihak-pihak yang menginginkan Greeneace hengkang dari Indonesia, sangatlah tidak berdasar. “Sebetulnya saya sudah berkali-kali menegaskan persoalan yang sempurna. Bahwa apa yang dituduhkan orang-orang yang tidak ingin kami ada di Indonesia itu tidak benar. Jadi, kita tidak mempedulikan hal itu. Kita tetap fokus pada penyelamatan lingkungan,” ujarnya pada INDOPOS, kemarin.
Hikmat juga menjelaskan kalau wacana pengusiran Greenpeace sudah diketahuinya sejak setahun yang lalu. Bahkan, katanya, para pelakunya pun sudah bisa diidentifikasi. “Biasanya corporate besar yang melakukan itu karena kepentingan bisnis mereka teranggu dengan aktivitas kampanye kami,” pungkasnya. (dms)
| < Prev | Next > |
|---|