Wiranto Kritisi Pemerintah

JAKARTA- Ketua Umum Partai Hanura mempertanyakan eksistensi pemerintahan yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono apakah mampu bertahan hingga 2014. Pertanyaan tersebut mengemuka karena meluasnya gerakan-gerakan yang menyampaikan ketidakpuasannya kepada pemerintah.

Berita Lainnya

Menurut Wiranto, gerakan unjuk rasa yang menjurus anarkis ini terjadi karena masyarakat merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah. Yang paling dikhawatirkan adalah aksi unjuk rasa yang menjurus anarkis yang digelar kaum buruh dan tani. ”Kalau kaum buruh dan tani sudah bergerak, ini yang berbahaya. Saya enggak tahu apakah pemerintah sekarang ini mampu bertahan sampai 2014,” ujar Wiranto dalam sebuah pertemuan di Jakarta, dua hari lalu. Mantan Menhamkam dan Panglima ABRI di era Soeharto berkuasa ini lantas menuturkan pengalamannya. Menjelang 1998, ia melihat aksi buruh dan tani kala itu semakin meluas karena ketidakpuasan terhadap kepemimpinan nasional, termasuk saat dirinya masih menjabat sebagai Panglima Kodam hingga Menhankam/Pangab.

Ia mengaku selalu mengikuti pergerakan para buruh ini. ”Tetapi kelihatannya saat ini semakin hari semakin mengkhawatirkan. Mengapa? Karena ketidakadilan semakin terasa. Ketika itu, buruh dan tani sudah mulai ikut tidak puas dan melaksanakan langkah-langkah yang katakankah melampiaskan ketidakpuasan dengan demonstrasi, perusakan, atau pun penutupan jalan. Nah, itu berbahaya,” tutur pensiunan jenderal bintang empat ini.

Ia menambahkan, jika dilihat dalam situasi seperti saat ini, ia tidak tahu apakah pemerintah kuat menghadapi masalah itu. ”Makanya perlu langkah komprehensif dan komunikasi yang cukup dengan masyarakat yang tidak puas itu,” imbuhnya.

Menurutnya, buruh dan tani berdemo karena rasa ketidakadilan yang semakin besar. Ia menambahkan, buruh berunjuk rasa karena di saat buruh menjadi bagian dari penghasil devisa negara terbesar tetapi justru tidak ada keseimbangannya dalam penghasilannya sebab buruh tetap miskin, sehingga menimbulkan gejolak. (ind)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?