JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklaim kemesraan hubungannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) mulai membuahkan hasil. Setidaknya, survei LSI terakhir menjadi salah satu indikasi. Ketua Bidang Komunikasi DPP PPP M. Arwani Th omafi menyatakan, hasil survei LSI memberikan gambaran adanya tren kenaikan suara partainya.
Ini jika dibandingkan dengan hasil survei lembaga yang sama sebelumnya. ”Salah satu faktor kenaikan suara PPP dalam survei LSI adalah kembalinya kiai dan warga NU ke PPP,” ujar Arwani Th omafi di Jakarta kemarin (20/2). Survei LSI terakhir mengungkap, PPP meraih 4,9 persen atau sama dengan capaian Partai Gerindra. Posisi pertama ditempati Golkar (15,5 persen), Demokrat (13,7 persen), dan PDIP (13,6 persen). PPP sementara berhasil mengungguli PKB (4,6 persen), PAN (4,1 persen), PKS (3,7 persen), dan Hanura (1,2 persen).
Sebagai pembanding, survei LSI pada Mei 2011, PPP hanya meraih suara 3 persen. Di bawah Partai Demokrat (18,9 persen), PDIP (16,7 persen), Golkar (12,5 persen), PKB (4,5 persen), dan PKS (4,1 persen). Saat itu PPP hanya berhasil mengungguli Gerindra (2,9 persen), PAN (2,4 persen), dan Partai Hanura (0,9 persen). Sementara itu, Mukernas PPP dibuka hari ini (21/2).
Pemilihan lokasi di Pesantren Lirboyo, Kediri, juga menjadi indikasi keseriusan partai berlambang Kakbah tersebut menggarap masa pemilih Nahdliyin. Sekjen DPP PPP M. Romahurmuziy mengakui, pemilihan Lirboyo sebagai lokasi mukernas memiliki maksud tertentu. “Ini bukti kami punya hubungan emosional dengan NU,’’ jelasnya. (dyn/c2/agm)
| < Prev | Next > |
|---|