
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) berencana meningkatkan modal usaha. Hajatan itu ditempuh dengan skenario penerbitan saham baru (Rights Issue). Dana hasil penawaran umum terbatas V itu, selain untuk memperkuat modal inti bank, juga guna mendukung ekspansi usaha. ”Pengembangan bisnis tidak boleh stagnan dalam situasi apapun,” tutur Giridhar S Varadachari, Direktur Keuangan Permata Bank, di Jakarta, Senin (22/10).
Rights issue sebut Giridhar, tidak sekadar akan memperkuat struktur permodalan. Lebih dari itu sebagai sarana jitu mendongkrak kinerja. Maklum, dengan aksi korporasi tersebut peluang manajemen melakukan pengembangan usaha secara organis akan lebih leluasa. ”Jelasnya, akan memberi ruang dan peluang terus bertumbuhnya organ bisnis perseroan,” tambahnya.
Melalui rights issue itu, manajemen akan mengeluarkan tambahan saham kelas B sebanyak 1.642.481.256 (satu miliar enam ratus empat puluh dua juta empat ratus delapan puluh satu ribu dua ratus lima puluh enam) lembar dengan harga Rp 1.215 per lembar saham baru. Nantinya, setiap pemegang 11 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 4 Desember 2012 pukul 16.00 WIB mempunyai dua Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) saham baru. ”Semuanya tergantung persetujuan pemegang saham lewat mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),” tandasnya. Perseroan hingga saat ini mempunyai modal sangat kuat. Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat sebesar 13,2 persen per 30 Juni 2012, jauh di atas persyaratan minimum ketentuan Bank Indonesia (BI).
Nah, melalui rights issue itu, CAR bakal meningkat sekitar 210 bps. Sepanjang semester pertama 2012, Perseroan mencatat laba operasional (konsolidasi-tidak diaudit) meningkat 18 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 890 miliar. Total pendapatan operasional meningkat 36 persen yoy menjadi Rp 3,317 triliun didorong pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan berbasis komisi (fee based income). (far)