
DI TENGAH tekanan agar mundur dari kursi ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kemarin muncul di Indramayu, Jabar. Dia selalu mengumbar senyum seakan-akan tak ada masalah besar yang mendera dirinya. Di Kota Udang itu, Anas datang ke tiga lokasi. Yaitu, area tambak di Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi. Lalu, ke Desa Pabean Udik dan Desa Junti Kedokan. Beberapa hari tidak muncul ke publik, badan Anas terlihat lebih subur alias makin gemuk. ’’Tambah,’’ ujarnya waktu dicandai JPNN.
’’Tapi, berapa beratnya, harus nimbang badan dulu,’’ tambahnya. Kehadiran Anas tetap didampingi rombongan besar kader Demokrat. Tampak, antara lain, wakil ketua Komisi IV DPR yang juga Ketua Departemen Pertanian Demokrat Herman Khaeron, anggota komisi IV Jafar Nainggolan, serta beberapa kader Demokrat daerah. Saat panen udang, Anas terlihat sangat senang.
Begitu tiba di lokasi, dia langsung berganti kostum. Kemeja putih dan jas biru Demokrat dilepas, lantas mengenakan kaus putih. Lalu, byur… Anas mencebur ke tambak. Yang lain jadi ikut-ikutan turun ke tambak. Baju Anas basah kuyup dan celananya berlumpur karena ikut menangkap udang. Hasil tangkapannya diperlihatkan tinggi-tinggi. Para warga dan kader Demokrat yang hadir di situ pun serentak bertepuk tangan. Seusai panen, Anas mendapat kejutan lain. Dia dinobatkan sebagai Bapak Angkat Petambak dan Nelayan.
Bahkan, Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu H Juardi mendoakan Anas untuk menjadi presiden pada 2014. Mendengar hal itu, Anas hanya mesem-mesem. ’’Buat saya, tanda penghargaan itu akan menambah komitmen Partai Demokrat untuk menyejahterakan nelayan,’’ jawab Anas. Setelah acara, todongan pertanyaan wartawan kepada Anas cukup pedas. Misalnya, soal desakan yang menginginkan dirinya mundur dari kursi ketua umum Demokrat.
Juga, isu partainya pecah karena ada rivalitas. Yang paling aktual, tuduhan menerima Rp 100 juta untuk kampanye dalam kongres Partai Demokrat sebagaimana yang muncul dalam sidang Nazaruddin. Jawaban Anas seperti biasa. Ademayem saja. Dia membantah telah me nerima Rp 100 juta itu. Dia juga menegaskan bahwa suasana Demokrat di dalam sangat kompak, solid, sehat, dan orangorangnya masih waras berpikir. Tidak ada kubu-kubuan. ’’Sebab, ketua umumnya cuma satu, yaitu Anas,’’ ujarnya. (usu/hps/jpnn/c5)
| < Prev | Next > |
|---|
