Nazar, Sumber ’Gempa’ Demokrat

JAKARTA-Direktur Indo Barometer M. Qodari menunjuk bahwa M.Nazaruddin adalah pusat episentrum gempa politik yang sedang melanda Partai Demokrat. M. Qodari menyatakan hal tersebut mengomentari pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie yang menyebut kalau partainya sedang dilanda tsunami politik.

Berita Lainnya

 

”Frekuensi pemberitaan Partai Demokrat di media massa melebihi partai lain. Rata-rata tone pemberitaannya negatif menjadi blunder Demokrat. Nah, Nazaruddin dalam konteks ini sebagai pusat tsunami-nya,” kata Qodari dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (28/1). Menurut dia, sejak mantan wakil bendahara umum PD itu ditetapkan sebagai tersangka, dia dengan lihainya selalu menyisakan drama yang menarik untuk dijadikan bahan pemberitaan.

 

”Dia (Nazaruddin) ke luar negeri seperti film action. Ini cerita yang terus menerus bisa ditulis media masa dan ini berat sekali bagi Demokrat,” ujar Qodari mencontohkan. Qodari memastikan, walaupun Nazaruddin sebagai pusat gempa karena menjadi sumber pemicu permasalahan internal Demokrat, namun dampaknya komitmen partai pemenang Pemilu 2009 itu terhadap pemberantasan korupsi jadi diragukan masyarakat.

”Jadi selain Nazaruddin, Andi Mallarangeng, atau Anas Urbaningrum terindikasi korupsi. Namun institusional Partai Demokrat itu sendiri yang terjepit masalah korupsi. Publik hanya tahu kalau banyak tokoh Demokrat terkait korupsi. Kesimpulannya Partai Demokrat tetap korupsi. Ditambah lagi banyak tokoh-tokoh dalam iklan antikorupsi partai itu yang sekarang diduga korupsi, termasuk Andi dan Anas,” urainya.

Dia menyimpulkan seluruh persoalan yang mendera PD saat ini bisa diselesaikan bila ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan langsung menyelesaikannya. Sedangkan Wakil Ketua MPR Hajrianto Tohari mengimbau agar semua pihak janganlah berbahagia atas badai yang sedang melanda Partai Demokrat.

”Sangat tidak etis mengumbar pernyataan-pernyataan yang justru memperuncing suasana internal PD, apalagi ikut melibatkan diri menyudutkan salah satu faksi dalam PD,” ujarnya. Mestinya, kata dia, parpol lain membantu menciptakan suasana kondusif bagi PD untuk menghadapi persoalan yang diakibatkan kasus hukum yang sedang membelit salah seorang mantan pengurusnya,” urai ketua DPP Partai Golkar ini. Dua juga mengingatkan agar politisi non PD agar berhati-hati dan jangan sombong karena apa yang dialami PD dapat pula dialami parpol lain.

”Toh potensi untuk terjadinya hal yang sama ada juga di parpol lain. Kalau terjadi sesuatu yang fatal pada PD maka niscaya akan berdampak besar pada sistem kepartaian di negeri ini. Karena kalau keberadaan salah satu parpol terganggu akan berakibat buruk pada sistem itu sendiri,” pungkasnya. (ind)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?