
JAKARTA - Ketua Umum DPP Golkar Abu Rizal Bakrie mengaku prihatin dengan maraknya praktik politik kotor yang terjadi. Karena itu, mantan Menko perekonimian ini, mengingatkan pada Kader Partainya untuk tidak melakukan transaksi politik dan menghalalkan segala cara.
“Saya menegaskan agar seluruh kader Partai Golkar dimanapun berada, agar menjauhkan diri dari praktik politik transaksional dan hal-hal pragmatisme politik,” kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam pembukaan orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (11/2).
Karena, lanjut politisi senior yang akrab disapa Ical ini, jika hal tersebut dilakukan, maka dapat menurunkan derajat demokrasi substansional menjadi demokrasi transaksional, serta menjadikan politik sebagai permainan kotor, tidak bermartabat, dan merusak moral bangsa. "Praktik seperti itu, pasti akan berujung pada kondisi bangsa yang memprihatinkan.
Karena itu, Golkar harus bisa menjawab kepercayaan rakyat dengan menerapkan politik kebangsaan yang berlandaskan Pancasila. Sehingga melahirkan fungsionaris partai yang memiliki etos juang tinggi ,dan berani memberikan pendidikan politik serta pencerahan kepada masyarakat. Bukan menghalalkan segala cara,” paparnya. Meski demikian, Ical tidak sepakat jika politisi sebagai pihak yang menyebabkan sejumlah permasalahan di Indonesia.
“Politisi merupakan part of problem, bukan sebagai part of solution. Jika selama ini ada ada kritik tentang kwalitas sebagian anggota DPR maka yang harus diperbaiki adalah sumbernya, yakni partai politik," tandasnya. Lebih lanjut, Ical juga menaruh harapan besar pada kadernya untuk terus mempertahankan elektabilitas partainya hingga 2014.
Pasalnya, hampir semua lembaga survei menyebutkan bahwa partai beringin saat ini berhasil menyalip popularitas dan elektabilitas partai Demokrat dan PDI Perjuangan. “Elektabilitas Partai Golkar berdasarkan survei lembaga independen semakin naik. Naiknya angka elektabilitas tersebut hendaknya dibaca sebagai pertanda bahwa rakyat menaruh harapan besar kepada Partai Golkar,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, elektabilitas Partai Golongan Karya (Golkar) di sejumlah hasil survei menunjukkan tren positif dan meningkat. Namun hasil survei tersebut tidak membuat Partai berlambang beringin puas. Karena survei hanya ukuran sesaat saja. "Bagi partai Golkar survei itu ukuran sesaat," ucapnya. Begitu pula, menurut Ical, kisruh di tubuh Partai Demokrat tidak membuat Partai Golkar bersenang hati.
Namun, masalah yang tengah menerpa Partai Demokrat tidaklah dijadikan menjadi kebanggaan diri untuk memperkuat diri. "Jangan kesulitan seorang kawan menjadi dan membuat memperkuat diri. Saya kira bukan itu," tegasnya. Tapi, lebih lanjut ia menjelaskan Golkar tengah berjuang agar rakyat semakin mencintai partai "kuning" itu. "Kalau ke depan kita mesti berjuang agar rakyat mencintai partai Golkar.
Karena itu sebelumn mereka mencintai kita dengan tulus, kita harus bisa mencintai rakyat lebih dulu," katanya. Ical melanjutkan, seperti acara yang kini dilakukan Golkar dan cara lainnya digelar agar semakin memperkuat tubuh partai dan terus semakin kuat dan besar. "Cara-cara yang kita lakukan sekarang ini adalah cara-cara untuk memperkuat partai bagaimana makin lama makin besar," pungkasny. (dms)
| < Prev | Next > |
|---|