
JAKARTA-Wacana rekonsiliasi yang didengungkan PSSI malah menjadi omong kosong belaka. Lebih parahnya lagi, konflik internal di dalam PSSI-pun kini mulai terjadi. Itu setelah Wakil Ketua Komite Banding PSSI Ahmad Riyadh menyatakan mundur sebagai pengurus PSSI. ” Sepak Bola Indonesia sudah benar-benar tidak menyatu. Saya tidak nyaman dengan sepak bola saat ini,” kata mantan tim sukses Djohar Arifin Husin ketua umum PSSI saat Kongres Solo itu kemarin.
Secara mengejutkan, pembina sepak bola asal Jawa Timur itu duduk di bangku tamu Kantor Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) di Pintu I Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin sore. ” Saya hanya silaturahmi. Tidak ke sana (PSSI,Red) dan juga tidak ke sini (KPSI,Red). Tapi saya sudah memastikan mundur karena kondisi sepak bola sudah sangat tidak sehat,” jelasnya.
Kemarin, kantor KPSI mendadak ramai. Tak hanya karena KPSI akan mengumumkan hasil akhir dari penjaringan calon Komite Eksekutif (Exco) PSSI 2012-2016, tapi juga karena kehadiran sosok Ahmad Riyadh. Seperti yang diketahui bersama, Riyadh adalah Wakil Ketua Komite Banding PSSI. Dan tentu, kehadirannya di kantor KPSI menimbulkan tanda tanya besar.
"Saya ingin silaturahmi. Jika saya pengurus, saya pasti terbatasi dan tidak bisa main kesini, kantor KPSI. Tapi, karena saya sudah mengundurkan diri dari kepengurusan PSSI, tentu saya bebas berkomunikasi dengan pihak manapun yang memiliki kepentingan terhadap sepakbola Indonesia," tegas Riyadh. Riyadh pun melanjutkan, alasan dirinya mengundurkan diri dari kepengurusan PSSI, karena kemelut dan kisruh yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia terus terjadi.
Bahkan, wacana rekonsiliasi yang diteriakkan PSSI pun seakan takkan pernah terjadi. "Kalau mau rekonsiliasi itu seperti piramid, ke depan makin dekat dan mengerucut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dengan keadaan seperti itu, saya lebih baik mundur dari kepengurusan PSSI," tandas Riyadh. "Saya tidak mau disebut sebagai pendukung a atau b. Saya dukung yang benar.
Saya menginginkan sepakbola Indonesia kembali bersatu," lanjut Riyadh. Surat pengunduran Riyadh sebagai Wakil Ketua Komite Banding PSSI sendiri baru diserahkan pada Selasa (21/2). "Saya diangkat jadi pengurus baik-baik, begitu juga saat saya ingin melepasnya. Surat pengunduran diri saya sudah saya sampaikan Selasa (21/2)," ujar Riyadh. Sementara itu, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mengumumkan hasil akhir penjaringan calon Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI 2012-2016 yang dilakukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).
Terdapat perubahan soal jumlah bakal calon (balon) yang lolos jadi calon untuk dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 17-18 Maret 2012. Penyebabnya beragam. Ada yang memilih mundur, ada juga beberapa nama yang belum ter-update saat KP mengumumkan hasil verifikasi akhir pada 16 Februari. Jika KP mengumumkan ada 19 nama calon Ketua Umum, KPSI menyebut jumlah yang sama.
Namun, terjadi perubahan komposisi nama calon. Nama Ferry Paulus hilang karena mengundurkan diri dan masuk nama Dodi Reza Alex Noerdin yang belum ter-update. Begitu juga dengan jumlah calon Wakil Ketua Umum. KP dan KPSI smaa-sama menyebut 20. Tapi, ada perubahan komposisi nama. Nama Ferry Paulus dan Iwan Budianto dihapus karena mengundurkan diri.
Masuk nama Dodi Reza Alex Noerdin dan Kadir Halid yang belum ter-update. Perubahan jumlah justru terjadi untuk calon anggota Exco. Jika KP menyebut 46 nama yang lolos verifikasi, KP hanya menyebut 40 nama yang berhak dipilih dalam KLB yang akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Selain karena mundurnya 7 nama -Budi Setiawan, Ferry Paulus, Hinca Pandjaitan, Indrarta Toekan, Iwan Budianto, Togar Manahan Nero, dan Zaini Kadhafi Saragih-, KPSI pun menerima 1 nama baru yang belum ter-update. Nama itu adalah Kadir Halid.
” Sedangkan untuk pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Kami akan laksanakan di Jakarta pada tangal 18, untuk masalah ini, semua kegiatan kami sudah diketahui dan diinformasikan kepada FIFA dan AFC. Jadi, kami akan menjalankan KLB sudah sangat mantap,” jelas Sekjen KPSI Hinca Panjaitan kemarin. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin juga mengatakan hal yang sama.
Mantan Sekjen KONI Pusat itu memastikan bahwa undangan sudah disebar kepada seluruh anggota dan pemilik suara. ” Sudah beres semua undangan itu,” jelas Djohar. Sayang, Djohar enggan berkomentar terkait dengan mundurnya Riyadh dari pengurus PSSI. ” Pak Riyadh hanya ingin istirahat dari sepak bola, nanti juga akan kembali lagi di sepak bola. Jadi tidak akan ada masalah dengan itu. Beliau tidak ke KPSI kok,” tegas Eddi Elisson juru bicara PSSI.(lis)
| < Prev | Next > |
|---|