
AKSI pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah kota kecil membuat sejumlah masyarakat dihantui rasa ketakutan. Pelaku yang masih berkeliaran membuat masyarakat pun menetapkan jam malam. Petugas keamanan pun sempat kewalahan.
Masyarakat yang tinggal di kota itu pun akhirnya saling menuding satu sama lain, hingga mereka semua merasa tidak tenang menjalani aktivitasnya. Eits.. jangan salah dulu! Aksi pembunuhan itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Kisah itu merupakan kisah fiksi karya sutradara muda Upi Avanto.
Film berdurasi 100 menit yang dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Abima Aryastya sebagai Elang, Laudya Cynthia Bella sebagai Djenar itu berjudul Belenggu. Tidak ketinggalan, film yang diproduksi Falcon Picture bergenre thriller itu menghadirkan artis pendukung yang mempunyai nama besar, diantaranya Verdi Soleman, Jajang C Noer, dan Bella Esperance. Sedangkan artis pendatang baru yang turut meramaikan film ini adalah Imelda Therine.
“Film ini bercerita tentang orang-orang yang terbelenggu dengan masalah masingmasing orang dan akhirnya mereka semua berkaitan,” kata Upi Avanto. Dari awal hingga akhir cerita, film ini mengajak penonton merasakan rasa takut dalam setiap adegannya. Sehingga, psikologi penonton dibuat duduk diam. Merasakan detak jantung berdetak kencang, menanti adegan menakutkan selanjutnya.
“Sebenarnya ide ceritanya simple tetapi saya mencoba menyuguhkan suasana yang baru,” katanya. Meskipun tak menampilkan penyiksaan secara langsung. Darah di sekujur tubuh korban di beberapa adegan dikerjakan Upi dengan cara cerdik. Bahkan, di film ini penonton dibuat berpikir sejenak ke dalam cerita yang penuh teka-teki itu. “Jadi, penonton tidak bisa sedetikpun berpaling dari layar bioskop, atau akan kehilangan alur ceritanya,” katanya.
Walaupun menghadirkan adegan-adegan yang menegangkan, penulis skenario film tu suk jelangkung itu pun mencoba untuk tidak membuat penonton bosan. Upi mengambil setiap scenenya dengan apik yang dukung gambar dan akting pemain yang maksimal.
“Keunggulan film ini? Penonton saja yang nilai keunggulan dan kekurangannya di mana ? kalau saya nggal bisa nilai biar saya serahin ke penonton,” katanya. Lebih lanjut dikatakan Upi, cerita ini bermula, saat di suatu kota kecil sedang dicekam ketakutan adanya pembunuhan berantai dimana pembunuhnya masih berkeliaran.
Penyelidikanpun dilakukan. Semua orang dicekam ketakutan dan saling mencurigai satu sama lain. Elang (Abimana) seringkali di hantui gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pembunuhnya bertopeng Kelinci. Pemuda tertutup dan pendiam itu merasa bahwa sosok bertopeng Kelinci itulah kunci dari segalanya.
Sedangkan Djenar (Laudya Cintya Bella), tetangga di sebelah rumah susun Elang, selalu tampak tertekan karena masalah rumah tangganya dengan sang suami (Verdi Soleman). Djenar selalu diliputi rasa ketakutan bahwa bahaya sedang mengancam jiwa dirinya dan anak perempuannya.
Dan ia curiga bahwa hal itu berhubungan dengan peristiwa pembunuhan yang sebelumnya terjadi. Cerita terus berlanjut, dan sangat komplikatif tentunya sesuai dengan genre dalam film ini, Thriller. Penonton dari awal harus benarbenar bisa mengikuti film ini. Kalau tidak, penonton tidak akan mengerti jalan cerita film yang memang sangat rumit itu. (ash)