22 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBerita IndotainmentSuguhan Tema Kekerasan untuk Anak

Suguhan Tema Kekerasan untuk Anak

C8

FENOMENA bullying masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Sejumlah sineas menjadikannya sebagai tema cerita untuk membuka mata masyarakat. Salah satunya Rizal Mantovani. Dia menyuguhkannya dalam konsep omnibus bertajuk Eleketric Bi-Boy.

 

”Ini film bertemakan anak-anak,” ujarnya di sela syuting film itu di Rusun Petamburan, Jakarta Pusat. Lewat film yang menampilkan pemain-pemain baru itu, sutradara kelahiran Jakarta, 12 Agustus 1967 itu mencoba menyampaikan pesan, sebuah permasalahan tidak harus diselesaikan dengan jalur kekerasan.

 

Namun, banyak cara positif untuk mencari jalan tengah semisal menggelar kompetisi breakdance. ”Bisa dibilang banyak nilai positif yang akan kami sampaikan dalam film ini,” katanya. Dia mengungkapkan, film terbarunya itu menceritakan kehidupan Mikal (Virriya Ricci).

 

Tinggal di rumah susun, bocah enam tahun itu kerap di-bullying sekelompok remaja di lingkungan tempat tinggalnya. Bukan hanya dia, beberapa anak yang tinggal di sana mendapat perlakuan sama. Seperti kepala ditoyor dan bekal makan siang dirampas. ”Sebagai seorang anak pastinya tidak berani melawan,” terangnya.

 

Kekerasan yang dialami, tidak pernah diceritakan kepada siapapun. Termasuk sang ibu, Elly (Endah Muliany) yang berprofesi sebagai penjahit. Untuk meluapkan kekesalan dan rasa kecewanya, dia memilih nge-dance. ” ungkapnya. ”Di sini kami menyampaikan pesan, permasalahan bisa diselesaikan dengan kompetisi yang sportif,” tambahnya.

 

Menurutnya, Virriya Ricci tidak punya pengalaman akting. Dia dipilih sebagai pemain utama dalam film berdurasi 25 menit itu karena memiliki kemampuan breakdance. Beruntung, tidak sulit mengarahkan bocah itu beraksi di depan kamera, sesuai skenario yang diberikan.

 

”Kalau (melibatkan) bintang yang sudah jadi, saya yakin pasti sulit untuk mencari yang bisa breakdance. Tetapi kalau sudah bisa breakdance, mengarahkannya (berakting) pasti mudah,” imbuhnya. Filmnya akan digabungkan dengan karya Upi Avianto, Alfani Wiryawan dan Eko Kristianto. (ash)


Epaper