20 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBerita Jakarta RayaJLNT Antasari Kembali Difungsikan

JLNT Antasari Kembali Difungsikan

B6

PEMPROV DKI Jakarta merampungkan perbaikan jalan layang non tol (JLNT) Antasari-Blok M. De ngan begitu, mulai Senin (4/3), jalan sepanjang 4,8 kilometer itu sudah dapat digunakan kembali un tuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

 

Ke pala Seksi Simpang Tak Sebidang Dinas Pe kerja an Umum (PU) DKI Jakarta, Heru Suwondo menga takan, pekerjaan pemasangan sambungan eks pansi pada akses naik (on ramp) JLNT Antasari- Blok M yang dimulai pada 28 Februari telah selesai di kerjakan pada 2 Maret 2013. ”Sudah selesai pekerjaannya,” kata Heru, kemarin (3/3).

 

Heru menjelaskan, pada Senin (4/3) JLNT tersebut sudah dapat dibuka dan dilintasi kembali oleh pengendara. Tidak hanya itu, akses naik (on ramp) juga sudah dapat difungsikan untuk 2 jalur dari semula hanya 1 jalur saja. ”Senin besok sudah bisa dibuka kembali untuk umum.

 

Bahkan akses naiknya sudah bisa digunakan 2 jalur,” ujarnya Proyek JLNT Antasari-Blok M ini, semula pembangunannya terkendala dengan pembebasan lahan di sekitar Pasar Ci pe te. Namun pada akhir tahun lalu pembebasan lahan sudah se lesai, sehingga penyempurna an pun dilakukan.

 

Dengan adanya kendala maka pekerjaan pembangunan akses naik dilakukan bertahap, tapi ada konsekuensi penutupan jalan secara total untuk memasang sambungan ekspansi. ”Waktu itu ada kendala dalam pem bebasan tanah, sehingga kons truksi akses naik dilakukan bertahap.

 

Ini sekaligus melu ruskan pemberitaan bahwa pe nu tupan jalan dilakukan untuk menyempurnakan konstruksi akibat bertahapnya pekerjaan, bukan akibat adanya kerusakan,” tegasnya. Seperti diketahui pada Kamis (28/2) lalu, JLNT Antasari-Blok M ditutup untuk umum.

 

Pe nu tu pan jalan ini dikarenakan di sisi naik JLNT Pasar Cipete sedang ada pengerjaan pemasa ngan komponen tambahan. Agar tidak mengganggu pekerjaan, untuk sementara jalan tersebut sempat ditutup. Jalan ini dibangun untuk memecah kemacetan saat pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang mulai dioperasikan pada 15 Ja nuari silam. (wok/ibl)


Epaper