
KEBIJAKAN mengurangi kepadatan di jalan raya dengan menerapkan program ganjil-genap dimulai awal Juni depan. Nah, khusus pemilik mobil lebih dari satu na mun kebetulan se mua nomor polisinya (no pol) ganjil semua atau genap semua Direktorat Lalulin tas Polda Metro Jaya punya program khusus.
Dibuka loket khusus di kantor Sam sat Pol da untuk pengajuan per gan tian nopol kendaraan. Kabag Registrasi dan Identifikasi (Re gi dent) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Latif Us man menegaskan, proses per gantian nopol kendaraan hanya memakan waktu paling lama sehari dan tanpa di pungut biaya sama sekali. ”Sila kan saja.
Ka lau ada warga Jakarta yang punya dua mo bil atau lebih yang kebetulan nopolnya ganjil semua atau genap semua. Misalnya no pol mobilnya B.2002 RIP dan B.2004 RIP. Kan itu ujungnya genap semua. Nah, yang 2002 mau diganti jadi berujung ganjil. Si la kan langsung bawa ke loket khusus per gantian nopol di kantor Sam sat Polda Metro Ja ya.
Lang sung kami proses paling la ma se hari dan langsung mendapatkan nopol baru. Tidak di pungut biaya sama sekali alias gratis,” tegas Latif, Senin (4/3) di Mapolda Metro Jaya Selain itu, Latif menjelaskan pula, kalau ada warga Jakarta yang sudah punya mobil, namun hendak membeli mobil lagi bisa menjelaskannya ke dealer kalau menginginkan nopol ganjil atau genap.
”Misalnya ada warga yang sudah punya satu mobil dengan no pol ganjil misal 2001. Nah, dia bisa bilang ke dealernya saya mau yang nopolnya genap. Itu pun langsung kami proses dan gratis. Jadi kalau ada dealer bilang ada biaya tambahan, itu bohong besar.
Karena dari kami gratis kok !” jelas Latif lagi. Bagi yang hendak mengajukan pergantian nopol dari ganjil ke genap atau sebaliknya da ri genap ke ganjil, diterangkan Latif, cukup membawa persyaratan KTP asli dan fotokopinya, STNK asli dan fotokopinya dimana nama dan alamat harus sesuai dengan nama dan alamat di KTP, plus BPKB asli dan fotokopinya.
”Selain itu mobilnya harus dibawa untuk dilakukan cek fisik. Gak lama itu. Paling lama sehari tergantung antrian di cek fisik saja. Begitu oke langsung ka mi berikan nopol baru,” terang Pamen Polri berpangkat melati dua ini.
Terkait kemungkinan adanya masyarakat yang akan mensiasati peraturan ganjil genap itu de ngan menggunakan nopol pal su. Latif menegaskan akan me lakukan penindakan karena pasti ketahuan. ”Makanya kami sedang siapkan terus menerus program Registration and Identification (ERI) sebagai back office program ganjil-genap ini.
Dari data yang masih tersimpan di kertas ke digital. Sedangkan seluruh da tabase sistem ERI akan tersim pan di Traffic Manajemen Cen ter (TMC) yang menjadi pu sat kendali lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Nah, sistem ERI ini nantinya akan ada di TMC Center yang saat ini sudah menjadi pusat kendali lalulintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dan nanti akan ada pula kebijakan ETLE sebagai program penegakan hukumnya. Dan terus terang saja kebijakan genap ganjil ini tidak mungkin diterapkan secara manual,” pungkas Latif. (ibl)