19 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBerita PolitikMenteri Parpol Perlu Direshuffle

Menteri Parpol Perlu Direshuffle

A7

Antisipasi Tahun Politik

 

JAKARTA–Tahun ini diakui semua kalangan politis sebagai tahun politik. Karena itu, Presiden Susilo Bam bang Yudhoyono (SBY) seharusnya merombak seluruh jajaran kabinet yang berasal dari partai politik (parpol).

 

Alasannya, kesibukan dan ke pen tingan parpol jangan sampai me ngganggu jalannya roda pemerintahan. Demikian yang dikatakan Pakar Hukum Tata Negara Ir man putra Sidin di Jakarta, Kamis, (3/1).

 

”Dengan pengakuan dari semua pihak bahwa 2013 ini adalah tahun politik, saya melihat ada potensi ancaman buat pemerintahan SBY yaitu, ketika menteri-menteri di kabinet yang berasal dari parpol melakukan pengembosan pada pemerintahan SBY.

 

Karena itu, sebagai antisipasinya SBY harus me rom bak jajaran kabinetnya yang ber asal dari parpol-parpol itu,” ujar nya. Menurutnya, kalau potensi pengembosan ini terlihat semakin membahayakan, maka merupakan kebutuhan konstitusional yang melandasi reshuffle kabinet yang berasal dari parpol demi me nyelamatkan negara ini .

 

”Parpol di tahun politik itu akan saling si kut, termasuk di dalamnya parpol-parpol yang bernaung dalam Koalisi Setgab. Negara bisa kacau karena di antara sesama parpol saling sikat. Lihat saja indikasinya belakangan ini,” beber pakar hukum dari Universitas Hasanudin Makasar ini. Berpolitik dalam pemerintahan dinilai Irman lebih jauh berbahaya daripada berpolitik di luar pemerin tahan.

 

”Makanya, semua potensi yang bisa membahayakan jalannya roda pemerintahan itu harus dieliminasi karena jelas-jelas bisa membahayakan kehidupan bernegara. Sebab jelas sekali kalau setiap parpol tentu ingin memenangkan pemilu bagaimanapun caranya, termasuk saling sikut dan saling menjatuhkan. Nah kalau itu semua terbawa dalam kabinet, semuanya tentu akan merasakan dampaknya,” urainya.

 

Pergantian atau reshuffle, kata Irman, tidak hanya pada parpol anggota koalisi, namun dilakukan pula terhadap menteri-menteri yang berasal dari Partai Demokrat yang selama ini menunjukkan kinerja jeblok. ”Tentunya termasuk kader-kader Demokrat sendiri yang kinerjanya tidak bagus. Terlebih kondisi Demokrat saat ini yang sedang kacau balau.

 

Selain itu, terus terang saja, tidak semua kader yang menjadi menteri di Partai Demokrat itu bisa dipercaya SBY atau yang berkinerja baik,” pungkasnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai para menteri yang kini duduk di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak akan fokus dalam menjalankan roda pemerintahan pada 2013 ini.

 

Hal itu disebabkan karena atmosfer politik di Indonesia sudah semakin memanas menjelang pemilu 2014 mendatang. (ind)


Epaper