
SARMI - TNI yang bertugas di wilayah Kabupaten Sarmi, Minggu (3/3) lalu sekitar pukul 10.00 WIT berhasil menangkap empat orang pria yang diduga kuat sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional/ Organisasi Papua Merdeka (TPN/ OPM) di Kampung Yamna, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi.
Empat orang yang ditangkap itu masing-masing berinisial ST (35) warga Sentani, Kabupaten Jayapura, ID (54) warga Depapre, Kabupaten Jayapura, NS (42) warga Bagaisewar, Kabupaten Sarmi, dan DN (29) warga Tanah Merah, Kabupaten Jayapura.
Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf. I Made Suharsana mengatakan, keempat orang itu ditangkap oleh anggota dari Satgas Pamrahwan Yonif-755/Yalet yang bertugas di Pos Takar Nengke, Kabupaten Sarmi. Setelah dilakukan penangkapan dan melakukan pemeriksaan terhadap keempat warga itu, didapati indikasi kuat bahwa mereka adalah anggota kelompok TPN/OPM.
“Kami sudah serahkan keempat warga itu ke Polres Sarmi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya kepada Cenderawasih Pos (INDOPOS Group), kemarin (4/3).
Dandim menceritakan, penangkapan ini bermula ketika pada Minggu (3/3) sekitar pukul Minggu (3/3) sekitar pukul 08.30 WIT, melintas 2 sepeda motor (berboncengan) di depan Pos TNI Kampung Nengke dari arah Sarmi menuju Jayapura dalam kondisi agak ketakutan.
“Kemudian sekitar pukul 08.40 WIT, datang masyarakat yang merupakan mantan simpatisan TPN/OPM yang telah kembali ke Sarmi dan melaporkan ke Pos TNI di Kampung Nengke itu bahwa 2 motor yang melintas tersebut adalah anggota TPN/OPM kelompok Aleks Makabori,” paparnya.
Pihaknya menduga, 4 orang itu merupakan bagian dari kelompok TPN/OPM wilayah Sarmi di bawah pimpinan Aleks Makabori yang sedang mencari dukungan dana di perkampungan untuk mendukung kegiatan/aksi mereka.
“Sangat mungkin bahwa kelompok Aleks Makabori akan melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Sarmi,” tandasnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya menjelaskan, dari tangan keempat tersangka pihaknya menemukan adanya 1 surat rahasia, terkait perencanaan untuk melakukan aksi di beberapa daerah, agar tidak kondusif.
“Jadi ini surat yang menggunakan kode rahasia. Itu berisikan rencana membuat kondisi tidak aman, seperti di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura dan berada daerah lainnya,” paparnya. (adi/ro/fud/jpnn)