18 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBerita Urban CityPenumpang KRL Serang Brimob

Penumpang KRL Serang Brimob

B11

 

DEPOK - Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi, Jurusan Jakarta-Bogor berbuat anarkis. Tidak terima ditertibkan marah, ratusan penumpang kereta itu mengamuk di Stasiun Depok Lama, Kota Depok, kemarin (28/2). Itu terjadi saat petugas PT KAI bersama dua petugas Brimob bersenjata lengkap melakukan penertiban penumpang yang naik di atas gerbong.

 

Tidak terima dengan penertiban itu, penumpang yang berada di atas gerbong dan di dalam gerbong berhamburan keluar menyerang petugas. Karena terdesak, dua anggota elite kepolisian bersenjata lengkap itu sempat membuang empat kali tembakan ke udara guna membubarkan massa. Meski begitu, penumpang yang beringas terus mengamuk.

 

Mereka merusak loket pembelian tiket dan kantor Stasiun Depok Lama. Peristiwa amuk massa itu terjadi Kamis (28/2) pukul 19.30 tadi malam. Akibat peristiwa itu, ratusan penumpang lain yang ada di dalam lima gerbong KRL terpaksa diturunkan di Stasiun Depok Baru. Meski sempat dianiaya warga, tapi dua anggota Brimob yang bernama Briptu Eko Mulyana dan Briptu Amad Rifai dari Satuan Pelopor Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, hanya mengalami luka lecet.

 

Saat keduanya dianiaya dan dipukuli massa, mereka sempat melarikan ke kantor Stasiun Depok Lama. ”Puluhan penumpang mengamuk. Mereka marah karena disuruh turun. Awalnya sih selesai, begitu kereta mau jalan lagi dua petugas itu teriak lagi agar penumpang turun dari atap. Tapi langsung dikejar massa. Sempat membuang tembakan empat kali ke udara,” terang Udin, 61, pedagang rokok di Stasiun Depok Lama kepada INDOPOS.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan, penyerbuan oleh penumpang itu terjadi membabi buta. Dengan batu, penumpang melempari kantor stasiun. Sehingga beberapa kaca pecah. Setelah puas melempari kantor, massa lantas naik kereta menuju Bogor. ”Selain Brimob yang dikeroyok, ada juga beberapa petugas keamanan Stasiun Depok Lama dihajar massa. Tidak ada yang berani melerai. Pedagang aja kabur semua,” cetusnya.

 

Sementara itu, Briptu Amad Rifai mengaku awal kejadian dia dan beberapa rekannya serta petugas keamanan Stasiun Depok Lama mencoba meminta penumpang turun dari atap kereta. Namun beberapa penumpang memancing emosi, hingga dia melakukan tindakan tegas menarik paksa penumpang turun. Tapi beberapa penumpang lain mencoba mengeroyok dirinya dan petugas pengamanan yang lain. 

 

”Saya sudah sabar meminta penumpang itu turun. Tetapi, malah ada yang mencaci maki. Saya akui sempat membuang tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Tetapi, massa semakin beringas,” ungkapnya lagi. Guna menghindari keributan lebih jauh, dia bersama rekannya menghindar dan masuk ke dalam kantor stasiun. Meski begitu, Amad Rifai mengaku mengalami luka di tangan kanan akibat terjatuh.

 

Sementara rekannya Eko mengalami luka di kepala, tangan kiri dan kanan, serta jari kelingking. Itu diakibatkan keduanya mencoba menahan massa yang melembari dengan batu ke stasiun. ”Bukan hanya dimaki tapi juga pernah dilempar air aki, botol dan batu, serta air seni yang dibawa para penumpang yang naik di atas kereta. Tapi kami tetap sabar menjalankan tugas sesuai arahan kepala stasiun,” cetusnya juga.

Ipda Wahyu, Komandan Brimob yang bertugas di Stasiun Depok Lama mengatakan jika dua anggotanya diserang ratusan penumpang saat melakukan penertiban. Dia juga mengatakan, penertiban itu dilakukan berdasarkan instruksi Kepala Stasiun Depok Lama. Dia juga mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada petinggi Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok.

 

”Kami sudah lapor ke atasan, dan kejadian ini bukan kesalahan anggota kami. Yang pasti semua prosedur dan pengarahan pengamanan serta penertiban penumpang sesuai prosedur. Untuk dua anggota kami yang luka sudah mendapatkan pengobatan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Stasiun Depok Lama Dwi Purwanto menuturkan, aksi pelemparan itu terjadi saat petugas keamanan melakukan penertiban penumpang di atas gerbong saat jam sibuk. Dia juga mengatakan instruksi penertiban itu diperintahkan langsung PT KAI pusat. Karena itu, pihaknya menyiagakan lima anggota TNI AU dan lima anggota Brimob bersenjata lengkap setiap hari.

 

”Ini untuk keselamatan penumpang juga. Kami tidak mau penumpang menjadi celaka. Penertiban itu sudah sesuai arahan. Penumpangnya saja yang membandel,” paparnya. Saat ditanya, apakah penertiban dengan menggunakan TNI dan Polri bersenjata lengkap terus dilakukan dengan insiden ini? Dwi menegaskan masih akan terus dilakukan.

 

Dia juga mengatakan, itu berlaku pada seluruh stasiun yang ada di wilayah Jabodetabek.”Kalau itu sudah kewenangan PT KAI. Meski ada insiden ini, penertiban akan terus kami lakukan. Jangan nanti kami disalahkan jika terjadi kecelakaan kepada penumpang yang naik di atas kereta,” cetusnya. (cok)


Epaper