21 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeBerita UtamaBanner Berita UtamaDari Cerita Vespa hingga Jam Tangan TK

Dari Cerita Vespa hingga Jam Tangan TK

A1

Dari Acara Peluncuran Buku ’’Biografi Mahfud MD Terus Mengalir’’

 

Mahfud MD adalah sosok kontroversial sekaligus ’’lengkap’’. Jika mengacu trias politica, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pernah mengisi semua posisi dalam cabang-cabang kekuasaan.

 

Pernah di eksekutif, legislatif, dan sekarang di yudikatif. Tak heran jika buku biografi nya yang diluncurkan di MK kemarin menjadi kisah menarik. RIKO NOVIANTORO-HARIS S, Jakarta

 

MAHFUD MD terlihat duduk santai di de retan kursi paling kiri di bagian depan. De ngan berkemeja batik hijau bermotif kem bang, pria kelahiran Sampang itu tak kuasa menahan tawa.

 

Bahunya sampai bergerak naik turun saat mendengarkan para pem bicara yang memberikan testimoni tentang dirinya seperti Budayawan Emha Ainun Nadjib dan Wakil Ketua DPR Pra mono Anung.

 

Tak jauh dari sisi Ketua Mahkamah Konsti tusi duduk sejumlah tokoh nasional. Mereka juga tak kalah terpingkalnya ketika para pembedah buku itu mengupas Mahfud MD. Ya, buku 613 halaman karya Rita Triana Budiarti ini pun dibedah secara jenaka.

 

Kelakar penuh menggoda sudah terasa sejak awal proses pelncuruan buku bersampul putih dengan foto wajah Mahfud MD itu. Moderator acara, Rosiana Silalahi cukup mahir melontarkan candaan segar di tengah kalangan politisi, birokrat, budayawan dan tetamu lainnya.

 

’’Ada kelebihan lain yang ternyata dimiliki seorang Mahfud MD. Kemampuan bernyanyinya cukup mengagumkan, hanya belum punya album,’’ ujar Rosiana Silalahi disambut tawa undangan peluncuran buku. Mantan Pemimpin Redaksi Liputan6 SCTV itu pun kian rajin melontarkan candaan nakalnya.

 

Dengan menyebut PKB dan PPP untuk melirik Mahfud MD sebagai capres potensial Karena mampu bernyanyi sehebat seniman dangdut Rhoma Irama. Tak ada sedikit ketegangan pun di ruang yang terbilang luas itu.

 

Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPD RI Irman Gusman, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MA Hat ta Ali, Istri Alm Gus Dur Sinta Nuriyah bersama undangan lain sangat rileks menikmati. Rosiana Silalahi yang mendaulat empat pembicara untuk mengkritisi buku biografi Terus Mengalir semakin menguasai medan.

 

Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang mendapat giliran pertama menyampaikan kritikan, sangat menarik perhatian undangan. Beberapa catatan tentang buku biografi membuat tawa terpingkal tak bisa dielakkan. ’’Dalam buku ini mengungkap banyak sisi lain Mahfud MD.

 

Banyak sekali tertawa kecil yang bisa lepas saat membacanya,’’ paparnya. Kekonyolan Mahfud MD, tambah politisi PDI-P ini semakin kentara saat memasuki bangku kuliah. Kesempatan mengecap pendidikan di perguruan tinggi memang dioptimalkan Mahfud MD.

 

Termasuk dalam pencarian pasangan hidupnya yang akhirnya dinikahi. Mahfud MD diam-diam, sambung dia jatuh hati pada gadis yang senang mengendarai vespa. Di tahun itu pengendara vespa bukanlah orang biasa. Sudah di pastikan secara ekonomi cukup mapan.

 

“Dalam buku ini dikisahkan cinta Mahfud MD dengan Zaizatun Nihayati dituliskan pula. Menyebut selama lima tahun berhubungan tak pernah menyentuh Zaizatun. Ini yang saya ragukan dalam buku ini,” tuturnya yang disambut gelak tawa undangan.

 

Sebagai lelaki, kata Pramono sangat sulit mempercayai ini. Tetapi itulah yang ditulis dalam buku biografi ‘Terus Mengalir’ Mahfud MD. Kini memang gadis itu menjadi pasangan hidup Mahfud MD sampai sekarang. Pada sisi lainnya, menurut dia, kehidupan Mahfud MD memang ramai dalam dunia organisasi. Pengalaman organisasi sejak masih mahasiswa terus terbawa.

 

Hingga menduduki berbagai jabatan organisasi. Menariknya, sambung dia, prestasi Mah fud MD membangun jaringan itu te rasa saat masuk dunia birokrasi. Mahfud MD dipercaya oleh Presiden Gus Dur menempati jabatan Menteri Per tahanan.

 

Padahal, sejatinya Mahfud sudah emnolak tawaran itu. Karena merasa tak memiliki kompetensi yang cukup untuk jabatan Menteri Pertahanan. “Mahfud kala itu mengusulkan menteri pendidikan atau menteri kehakiman.

 

Itu tentu sesuai pendidikannya,” ungkapnya. Namun Gus Dur merasa berpandangan beda. Mahfud dianggap cukup mampu menempati jabatan sebagai menteri pertahanan. Apalagi jenjang pendidikannya dianggap pantas.

 

“Kekonyolan itu muncul saat jabatan itu diterima. Mahfud mendapat kiriman baju, jam tangan sampai sepatu dari sahabatnya Taufik Kiemas (TK),” tegas alumnus ITB ini. Sayangnya, Pramono menjelaskan dalam buku biografi itu tak menyebutkan detil sumbangan Taufik Kiemas. ’’Saya de ngar ada sumbangan dasi dan jas pula.

 

Di buku ini tidak diceritakan,’’ tegasnya. Prof. Laica Marzuki yang mendapat giliran memberikan komentar menyatakan Mahfud MD memang figur penegak hukum sejati. Pemikirannya kerap melawan teori hukum yang pernah ada.

 

Tetapi memberikan manfaat luas bagi keadilan disaat itu. “Keberanian Mahfud MD bersama hakim konstitusi memutuskan perkara KTP sebagai identitas untuk pemilihan pemilu merupakan keputusan luar biasa. Ini tak boleh dipungkiri,” imbuhnya.

 

Budayawan Emha Ainun Najib tak kalahnya melontarkan kritikan nakal. Emha menilai sosok Mahfud MD sangat dekat dengan kelompok teraniaya. Tidak boleh didepan mata Mahfud MD terjadi ketidakadilan. Pada kondisi itulah, sambung dia Mahfud MD selalu berani tampil. Memberikan pembelaan kepada kelompok teraniaya.

 

“Jadi Mahfud itu bukan hanya ahli hukum, tapi juga ahli keadilan,” ujarnya. Tetapi, Emha selalu menyentil latar budaya Mahfud MD yang berasal dari Ma dura. Beberapa kenakalan warga Madura dilontarkan.

 

Melalui berbagai cerita lucu yang mengkisahkan tingkah warga Madura. “Madura itu berani melawan. Sampai Tuhan pun dilawan,” katanya disambut tawa undangan. Jika saja ada nelayan sampai mendekati malam tak dapat ikan, lanjut Emha pasti nelayan asal Madura itu menantang Tuhannya.

 

Dengan menyebut Tuhan tidak adil, untuk ikan sedikit pun tak diberikan. Setelah Tuhan memberikan ikan itu, sambung dia, nelayan asal Madura masih belum puas. Karena menilai Tuhan hanya mengambulkan seperti apa yang diminta.

 

“Saya minta lima ekor, kenapa Tuhan kasih lima. Seharusnya bisa lebih,” celetuknya yang membuat undangan tawa kembali. Istri Mantan Presiden, Gus Dur, Sinta Nuriyah menyebut Mahfud MD memang tak jauh dari sosok Gus Dur.

 

Keberanian Mahfud MD menempatkan diri pada kelompok orang teraniaya merupakan karakter yang juga ditonjolkan Gus Dur. Keadilan merupakan harga mati bagi sebuah kehidupan. “Gus Dur dan Mahfud MD punya kesamaan pada sisi ini,” imbuhnya.

 

Menjelang akhir acara, Rosiana menyodorkan mike dan mengajukan pertanyaan kepada Ketua Majelis Per musyawaratan Rakyat (MPR), Taufik Kiemas.

 

’’Bapak setuju Mahfud MD men jadi presiden pada 2014?’’ ’’Saya Mendukung, saya setuju,’’ jawab suami dari Presiden Indonesia kelima yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mantap.

 

Menurut Kiemas, Mahfud merupakan satu-satunya pejabat di negeri ini yang secara konsisten mendorong empat pilar demokrasi. “Pak Mahfud sangat mendorong empat pilar demokrasi,” ujarnya. ’’Bagaimana dengan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap Mahfud MD?’’ tanya Rosi lagi.

 

“Kalau saya pribadi tertarik, dan semestinya (PDIP) mendukung (Mahfud MD),’’ tegasnya lalu disambut tawa hadirin. (*)