Dampak Krisis Utang Eropa

Dampak Krisis Utang Eropa

Berita Lainnya

JAKARTA – PT Askes (Persero) membukukan total laba sebesar Rp 1,4 triliun pada 2011 dari target Rp 1,6 triliun. Artinya, target laba hanya tercapai 87 persen. Padahal di 2010, laba PT Askes hampir mencapai Rp 1,7 triliun. Perusahaan asuransi sosial milik negara ini gagal mencapai target laba karena ada kenaikan biaya operasional dan penurunan laba investasi.

Direktur Keuangan PT Askes Purnawarwan Basundoro mengatakan, sebenarnya pendapatan premi perusahaannya sangat bagus, bahkan melebihi target. Tapi itu tidak didukung pendapatan dari investasi. Kinerja pasar modal tidak begitu menggembirakan akibat krisis utang yang melanda kawasan Eropa dan Amerika Serikat. ”Laba investasi kami pun ikut turun,” katanya.

Selain itu, biaya operasional perusahaan meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Sebab, pembayaran rumah sakit, puskesmas, dan dokter juga ikut naik. ”Tingginya biaya operasional memberi andil cukup signifikan pada penurunan laba,’’ kata Purnawarman di Senayan, Jakarta, kemarin (20/2). Tahun ini PT Askes menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 10,5 triliun, meningkat 17,71 persen dibanding target 2011 sebesar Rp 8,92 triliun.

Pendapatan premi merupakan premi konsolidasi yang lebih banyak didapatkan dari permotongan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS), baik PNS aktif maupun pensiunan. Dari premi konsolidasi ini, lanjut Purnawarman, diperkirakan akan terjadi kenaikan premi. Sebab, tahun ini pemerintah menaikkan gaji PNS sebesar 10 persen, itu belum termasuk kenaikan gaji berkala sebesar 2,5 persen.

Selain itu, setiap tahun selalu ada penambahan pegawai baru. Pendapatan premi lainnya didapatkan dari instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan industri komersial yang dilakukan perusahaan. Perusahaan komersial yang dimiliki perusahaannya saat ini adalah PT Asuransi InHealth Indonesia, yang diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan premi sebesar Rp 1,3 triliun pada 2012.

Selain dari premi, kata Purnawarman, sumber dana lainnya berasal dari investasi. Menurutnya, mayoritas dana investasi perusahaan ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap seperti deposito dan obligasi dengan porsi 80 persen, sisanya sebesar 20 persen ditempatkan pada saham dan reksa dana. ”Sekarang BI rate diturunkan. Sehingga bunga deposito dan obligasi pun akan mengalami penurunan,” jelas Purnawarman.

Investasi di saham dan reksadana juga belum menjanjikan keuntungan besar di tengah krisis Eropa yang belum reda. ”Memang beberapa analis masih memberikan prospek positif di 2012. Tapi ada juga analisis yang pesimistis. Kalau pun ada pertumbuhan di pasar modal, tidak akan terlalu tinggi,” jelasnya. Purnawarman sendiri optimistis akan membaik tahun ini.

Dia berasumsi indeks akan naik ke level 4000 di akhir tahun. Sehingga bisa memberikan imbal hasil sebesar 10 persen pada portofolio-nya. ”Mudah-mudahan ini terealisasi,” pungkasnya. Sementara itu, Komisi IX DPR menunda rapat dengar pendapat dengan PT Askes karena ketidakhadiran Direktur Utama Askes Gede Subawa kemarin.

Direktur utama mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ke Sulawesi, sehingga menugaskan wakilnya Kemal Imam Santoso ke DPR. Tapi para anggota dewan tidak bisa menerima ketidakhadiran Gede Subawa. Dengan alasan wakil direktur utama tidak memiliki kewenangan yang memadai. Akhirnya rapat tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. (dri)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?