
JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) bakal mengakuisisi dua hingga tiga proyek tahun ini. Guna memuluskan rencana itu, perseroan telah menyiapkan alokasi investasi senilai Rp 1 triliun. Dana segar untuk mengeksekusi proyeksi properti itu di luar alokasi belanja modal sebesar Rp 4 - 4,5 triliun.
Sejumlah proyek yang menjadi target operasi itu merupakan proyek yang belum tergarap tahun lalu. Di mana proyek tersebut berada di Jakarta Utara (Jakut), Medan, dan Karawang. ”Masih ada dua proyek baru lainnya yang akan kami akuisisi,” ungkap Indra Widjaja, Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land di Jakarta, Rabu (16/1).
Di samping itu, perseroan bakal meluncurkan empat proyek dan tiga hotel. Sebagian besar proyek itu berbentuk mixed used di antaranya berlokasi di Balikpapan dan Batam. Sedangkan hotel yang akan diluncurkan terletak di Bali dan Jakarta.
Nahseiring rencana itu, manajemen optimistis pendapatan akan mengalami pertumbuhan sebesar 10-15 persen dari perkiraan pendapatan kotor 2012 Rp 4,8 triliun. Kemudian laba bersih diharap naik 15-20 persen dari prediksi 2012 Rp 750 miliar.
Kemudian perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 4 -4,5 triliun. Di luar capex itu, perseroan juga menyiapkan dana investasi Rp 10 triliun. Dana segede itu untuk investasi di dalamnya termasuk akuisisi Rp 1-1,5 triliun.
Dana capex dan investasi berasal dari pre sales dan kontribusi pinjaman bank atau berasal dari capital market. ”Banyak kemungkinan untuk sumber pendanaan,” tandas Indra.
Pada 2012, perseroan membukukan marketing sales Rp 5,80 triliun. Penyumbang terbesar berasal dari proyek green bay Rp 2,17 triliun atau 37,4 persen dari total marketing sales. Kemudian proyek Pocy Extention Rp 1,04 triliun (18 persen), Parahyangan Residence Rp 719 miliar (12 persen) dan Vimala Hills Resort Rp 463 miliar (8 persen).
Diramalkan sektor properti tetap mendorongan equity market Indonesia positif. Hal itu tidak lepas dari korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan penjualan properti. ”Dalam hemat kami ruang pertumbuhan property tahun ini masih sangat kuat,” tambah Felix Sindhunata, analis PT Henan Putihrai Asset Management. (far)