21 May 2013 Last updated 5 MONTHS ago
A+ R A-
You are here: HomeUrban CityWaspada Modus Selundupkan Narkoba Lewat Alamat Palsu

Waspada Modus Selundupkan Narkoba Lewat Alamat Palsu

D6

 

Jangan Asal Terima Paket Kiriman

 

TANGERANG - Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati bila menerima paket kiriman dari orang yang tidak dikenal. Kehati-hatian itu dilakukan agar tidak terjebak dalam kasus penyelundupan narkoba. Hanya karena alamat rumah Anda digunakan sindikat narkoba internasional yang mengirim barang terlarang melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

 

Seperti dialami Esti Nur Rojikin,45, warga Wonosobo, Jawa Tengah, yang dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional (BBN) usai menerima paket kiriman sabu-sabu seberat 2,9 kilogram dari India. Wanita yang akrab disapa Esti ini membantah sebagai pengedar maupun kurir narkoba. Tapi dia membenarkan mengenal pengirim paket yang merupakan seorang pria yang dikenalnyamelalui  facebook.

 

 Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) Okta Irianto meminta masyarakat berhati-hati tatkala menerima paket kiriman lantaran maraknya penyelundupan narkoba melalui Perusahan Jasa Titipan (PJT).”Kalau merasa paket itu bukan milik kita apalagi sipingirim tidak dikenalmaka pemilik rumah berhak menolaknya. Tujuannya  agar tidak terjebak dalam penyelundupan narkoba,”katanya kepada INDOPOS, kemarin (16/1).

 

Pejabat Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang baru menjabat beberapa hari ini juga banyak masyarakat yang menerima paket kiriman begitu saja. Apalagi bila paket kiriman itu berasal dari luar negeri.  Seperti pengakuan Esti, janda satu anak yang memiliki usaha jasa pengiriman TKI keluar negeri dicokok usai menerima paket kiriman 2,9 kilogram sabu-sabu dari India di rumahnya, Jumat (11/01) lalu.

 

Barang haram senilai Rp 4 miliar itu disembunyikan dalam 18 buah engine piston atau sparepartmobil.Awalnya, petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengendus penyelundupan itu. Bekerjasama dengan BNN, lantas digelar penyelidikan dengan menelusuri alamat peneriman. ”Hasilnya kami bersama BNN membekuk penerima paket narkoba ini,” ujar juga mantan petugas Pusat Kepatuhan Internal Kantor Pusat  Bea dan Cukaiini.   

 

Sementara Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan wanita yang juga penyalur TKI keluar negeri itu mengakui alamatnya dipakai seseorang untuk mengirimkan paket berisi narkoba tersebut. Dia juga mengatakn mengenal pria itu melalui jaringan sosial. Setelah melakukan komunikasi secara intens, pria asing itu berjanji ingin menikahi Esti. Pria itu juga meminta alamat rumahnya.

 

”Kami masih mendalami dan menyelidiki siapa orang yang berkomunikasi dengan Esti dalam sebelun terakhir ini.Karena menurut pengakuan mantan TKW itu tidak pernah memesan barang yang berisi narkoba itu. Walau dia menerima paket yang dikirimkan ke rumahnya,”katanya kepada INDOPOSkemarin (16/01).Menurut Sumiratjuga, modus-modus pengiriman narkboba melalui jasa pekt titipan seperti ini mulai dimanfaatkan sindikat narkoba jaringan internasional. Guna menyelundupkan barang terlarang ke tanah air.

 

”Selain biaya irit karena tidak membayar kurir, resiko diketahui juga rendah. Modus seperti ini harus diwaspadai. Bisa jadi bandar narkoba menggunakan alamatrumah warga,” ungkapnyajuga. Dia menceritakan kasus seperti ini juga pernah terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatandan Bali. Dimana, pengedar narkobamenggunakan alamat palsu.

 

Dalam kasus paket narkoba seberat 50 kilogram yang dikirim seseorang dari Amerika Serikat itu ditujukan ke salah satu alamat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah paket diantar oleh petugas yang menyamar, pemilik rumah mengaku tidak pernah merasa kenal seseorang yang tinggal di Amerika. Sehingga dia menolak untuk menerimapaket tersebut.

 

Setelah petugas pengantar pergi, tiba-tiba seorangpriamenghubungi dan mempertanyakan paket kiriman tersebut. Ternyata pria yang hendak meneriam paket kiriman itu menunggu di depan pagar rumah orang yang semula menolakmenerima kiriman paket itu.”Jadi hati-hati,jangan sampai salah tangkap. Hanya karena alamat rumah Anda digunakan mengirimkan paket.Kalau memang ada paket kiriman tidak dikenal baiknya ditolak saja. Bisa jadi berisi narkoba,”tegasnya. (gin) 

 

 

 


Epaper