Kemenhut Alokasikan 1,3 Juta Ha
JAKARTA – Kawasan hutan tidak hanya dibuka untuk kepentingan industri kehutanan, tetapi juga untuk cadangan pangan. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta kemarin (7/2) menyatakan, ketersediaan kawasan hutan untuk pangan sangat luas. Pihaknya telah mengalokasikan 1,3 juta hektare (ha) hutan produksi yang bisa dikonversi (HPK).
”Dan areal penggunaan 170 ribu ha yang disiapkan untuk program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE),” kata Zulkifli. Sumbangan kehutanan untuk pangan, lanjut Menhut, tidak hanya dari alokasi kawasan, tapi juga pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) atau Hutan Pengusahaan Hutan (HPH) wajib menyisihkan 5-20 persen areal konsesinya untuk tanaman pangan.
"Di luar MIFEE, Kemenhut mewajibkan HTI/HPH sisihkan arealnya untuk cadangan pangan. Coba kalau rata-rata 10 persen saja 35 juta ha luasan HTI dan HPH untuk tanaman pangan, ada kurang lebih 35 juta ton tambahanan pangan untuk rakyat," jelas dia. Hingga saat ini pemerintah juga menjamin 260 ribu ha lebih kawasan hutan di Kalimantan bisa dimanfaatkan untuk pangan.
Zulkifli mengatakan, kawasan ini bisa diamnfaatkan untuk menanam padi, kedelai, jagung, dan tebu. ”Hanya saja Kementerian Pertanian yang paham itu lahan cocoknya untuk apa?” ujarnya. Sementara itu, Yuswanda Temenggung, Deputi III Badan Pertanahan Nasional (BPN) menungkapkan, memang ada 7,3 juta ha lahan terlantar yang bisa dimanfaatkan.
Data inventarisir BPN itu pada 2007 dan perlu ditelusuri lagi mana yang bisa dimanfaatkan untuk pangan. "Dari 7,3 juta ha itu yang potensial terlantar 6,3 juta ha dan itu mungkin yang bisa dimanfaatkan untuk pangan,” katanya. Pengamat Ekonomi Aviliani mengatakan, kepastian lahan untuk pengembangan tanaman pangan jadi syarat utama terciptanya penambahan produk pangan nasional.
Bila lahan yang tersedia tak terpetakan dan tak terintegrasi, kekurangan produk pangan tidak akan bisa terpenuhi. ”Sayangnya pemerintah lemah mengintegrasikan ketersediaan lahan, belum lagi tata ruang daerah yang juga belum rampung," ungkapnya. (lum)
| < Prev | Next > |
|---|