Karyakan Karyawan Senior sambil Menunggu Yunior Siap

Berita Lainnya

Karyakan Karyawan Senior sambil Menunggu Yunior Siap

Mengenai standar proses pembuatan baja itu, menurut Irvan, Tiongkok menerapkan aturan tegas. Negara Panda itu tidak mengizinkan perusahaan kelas di bawah 1 juta ton melakukan produksi apalagi beroperasi. Seluruh pabrik yang hanya memproduksi di bawah angka itu harus ditolak.

Nah, menghadapi fakta ini, pemerintah belum punya piranti undang-undang untuk menghadangnya. ”Ini juga harus menjadi perhatian. Sudah ada kasus karena pabrik tersebut menyebabkan polusi dan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar,” ucapnya lagi. Menurut Irvan.

KS melakukan proses pembuatan baja itu dengan sangat save. Proses pembuatannya melalui sistem dan aturan yang ketat. Seluruh proses itu melalui penjagaan secara cermat, termasuk untuk urusan limbahnya. Umumnya untuk industri skala besar ada alokasi untuk pengelolaan limbah. Di internal KS, urusan pengelolaan limbah tidak kalah pentingnya dengan kegiatan produksi.

Aktivitas limbah dan produksi itu menjadi entitas yang tidak terpisahkan. Jadi, pengelolaannya tidak bisa disepelekan. ”Karena kami konsentrasi dan tidak menganggap sebelah mata soal limbah, tidak salah kalau Kementerian Lingkungan Hidup mengganjar kami dengan award bertajuk Eco Industri. Yaitu, nomor dua setelah Semen Gresik Tbk (SMGR),” ulas Irvan.

Penghargaan itu pula yang membuat manajemen konsisten meningkatkan kinerja pada masa-masa mendatang. Proyek besar-besaran yang digagas hingga 2014, misalnya, telah disiapkan. Misalnya, menambah kapasitas produksi, pembangkit listrik, efisiensi, meningkatkan pangsa pasar, langsung menyasar konsumen, value added dan semacamnya.

Sejumlah agenda itu dilakukan dengan tujuan akhir memberi konstribusi secara maksimal kepada negara. Selain itu, memberi kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat luas tidak terkecuali karyawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk perusahaan. Perusahaan yang menuai kontroversi saat melakukan hajatan initial public offering (IPO) edisi 2010 itu, memang didesain dengan multifungsi.

Mulai dari pembukaan lapangan kerja yang luas, mendukung perkembangan ekonomi, terutama sektor industri konstruksi, manufaktur, alat transportasi. Menggantikan impor dan menghemat devisa. Selanjutnya memberikan kepastian jaminan suplai untuk industri hilir. Mengenai mekanisme kerja, hingga saat ini KS membawahi sedikitnya 6 ribu tenaga kerja.

Karyawan sebanyak ini sekitar 70 persen berusia 48 tahun. Sementara usia rata-rata karyawan KS masuk pensiun di kisaran 56 tahun. Artinya, 70 persen karyawan KS dalam 8 tahun ke depan masuk pensiun. Kondisi ini memaksa manajemen melakukan alih teknologi dari karyawan senior kepada junior. Alih keterampilan itu, mutlak dilakukan mengingat kebutuhan dalam industri sangat mendesak.

Di samping perseroan melakukan rekrutmen secara masal dari lulusan yang lebih fresh. ”Ini juga kami lakukan dengan cara hati-hati,” tandas Fazwar Bujang. Selain itu, KS didesain juga untuk mendukung pembangunan industri pertahanan. Sebab, salah satu konsumen perseroan adalah PT Pindad. PT Pindad merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi persenjataan dalam negeri.

Selain itu, PT Pertamina, PT Inka Madiun. PT Inka ini merupakan perusahaan di bawah panji Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak d ibidang industri perkeretaapian. Dengan sejumlah sinergi dengan sesama perusahaan BUMN itu, manajemen optimistis kinerjanya bakal melonjak. Laba di ksisaran Rp 800-900 miliar tidak sulit untuk dicapai.

Bahkan, dengan kondisi market global yang menghadapi ketidakpastian seperti saat ini, manajemen tidak terlalu khawatir. Laba setelah pajak dan semacamnya diprediksi tidak akan meleset yaitu tumbuh sekitar 7-8 persen. ”Ya, kami prediksi pertumbuhan laba setelah dipotong biaya lain-lain segitu kira-kira,” ucap Fazwar yakin. (*)


free counters



Pasangan Gubernur DKI Manakah Yang Anda Akan Pilih ?