Nasional

Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Ada yang menarik yang dilakukan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji (Ditjen PHU) melalui Subdit Advokasi Haji, yaitu melibatkan elemen sosial kemasyarakatan dalam penyebaran pengetahuan tentang perhajian. Penyebaran ini dengan melibatkan tingkat pimpinan daerah kabupaten kota di setiap provinsi.

Tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, bukan hal yang baru bahwa ada indikasi tersumbatnya arus pengatahuan sampai tingkat bawah. Hingga informasi berkembang dan berpotensi terbelokan. Bisa berdampak kepada hal negatif kepada masyarakat. Tidak semua masyarakat akan mampu menyerap alih pengetahuan melalui kanal informasi, dan tidak semua masyarakat juga menyenangi membaca literasi atau buku tentang perhajian.

Hingga gagasan untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat perlu dilakukan dengan merangkul tingkat pimpinan daerah dan kelompok kemasyarakatan. Agar pencegahan dini dari hal negatif kepada masyarakat dapat dilakukan dengan alih pengetahuan secara masif.

"Ada harapan besar, pimpinan di daerah dapat melibatkan kelompok masyarakat yang ada di daerahnya dalam perhajian. Bidang haji daerah yang akan menjembatani itu. Kita mulai dari Kabupaten Bogor," kata Abdurrazak Alfakhir (Abuzak) dalam kunjungannya ke Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Bogor, Senin (19/2).

Hal terkecil yang bermanfaat dilakukan misalkan saja agar Kemenag kabupaten kota provinsi dalam program perhajian melibatkan kepesertaan dari elemen pemuda. Melibatkan unsur Muspida, agar pengetahuan perhajian bisa sampai kepada masyarakat lapis bawah.

"Saat ini kita banyak bersinggungan dengan model pengetahuan yang aktif. Apa saja informasi tersedia di kanal media, apalagi media sosial. Termasuk tentang perhajian. Agar pengetahuan tak keliru maka perlu advokasi haji kepada masyarakat, perlu perpanjangan tangan dan perlu sinergitas," kata perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor Muslim saat menerima kunjungan Tim Advokasi Haji Ditjen PHU.

Kami menyambut baik dan siap untuk mensukseskan pelaksanaan program advokasi haji ini. "Kami juga menilai program ini langsung menyentuh dan ada nilai pencegahan dan membuat masyarakat lebih mampu menilai, bertanya dan menyimpulkan dengan tepat," tambah Muslim.

Dalam pertemuan itu, Abuzak mengharapkan, agar program terkait haji dapat melibatkan unsur bidang haji di daerah dan Ditjen PHU pusat dalam memberikan pengetahuan. Muspida ada program haji melibatkan unsur bidang haji dan Ditjen PHU, melibatkan unsur masyarakat. Begitu juga sebaliknya.

"Jadi regulasi dan kebijakan dapat diurai dengan sebenarnya hingga interpretasi atau tafsir yang keliru dapat diluruskan dan tak menjadi permasalahan. Itu umum menjadi sumber yang dapat membentuk kekeliruan dan akhirnya menyalahkan. Di sinilah hal negatif kepada masyarakat dapat terjadi," tambah Abuzak.

Tim Advokasi haji yang berkunjung ke Kabupaten Bogor selain Abuzak dan timnya juga dihadiri jajaran Kankemenag Kabupaten Bogor. Kegiatan diseminasi itu direncanakan akan dilangsungkan pertengahan Maret atau awal April ini.

Diakhir pertemuan itu Abuzak juga menyampaikan beberapa gagasan dan inovasi yang akan dijalankan. "Selain PMA tentang Advokasi Haji, kami juga sedang menggagas pembentukan forum advokasi haji lintas kepemudaan. Jadi organisasi kepemudaan diberdayakan dalam perhajian. Mereka itukan (organisasi pemuda) punya ranting sampai ke lapisan bawah. Ini sedang kita gagas," kata Abuzak. (atr)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter