Kamis, 26 April 2018 08:40 WIB
citraland

Tekno

Satelit Telkom 1 Hilang? Format Indonesia Minta DPR Usut

Redaktur:

digi24.ro

INDOPOS.CO.ID - Pada Agustus 2017, satelit telkom-1 mengalami kegagalan dan menimbulkan gangguan untuk ribuan mesin ATM dari Bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI.

Hingga saat ini pihak manajemen PT Telkom belum memberikan kejelasan penyebab hilangnya satelit Telkom 1.

Menurut Asep, Ketua Format Indonesia (Forum Mahasiswa Untuk Nawacita Indonesia), kerusakan satelit Telkom 1 akibat manajemen PT Telkom yang ceroboh.

Kecerobohan itu ditutupi oleh berita aksi heroik penanganan matinya Telkom 1.

"Aksi heroik penanganan matinya Telkom 1 kemarin itu hanya kemasan saja. Kita paham itu untuk menutupi kebobrokan yang sesungguhnya. Masyarakat dibuai oleh aksi heroik tersebut, padahal manajemennya terbukti ceroboh dalam menentukan skala prioritas," kata Asep

Menurutnya, satelit Telkom 1 itu sesuai kontraknya dirancang untuk masa orbit 15 tahun.

"Jika diluncurkan tahun 1999, maka 2014 sudah habis masanya. Tapi karena manajemen yang ceroboh, satelit tua tetap digunakan hingga 2019 tanpa backup jika ada kegagalan. Akhirnya ketika 2017 Telkom 1 rusak, Manajemen Telkom kalang kabut dan enggak siap," lanjut Asep.

Seperti kita ketahui Satelit Telkom 1 diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 1999 untuk menempati slot orbit 108. Satelit diproduksi oleh Lockhead Martin perusahaan asal Amerika. Diluncurkan oleh perusahaan asal Eropa bernama Arianespace dari Kourou, Guyana Perancis.

Untuk itu Asep meminta DPR RI Komisi satu memeriksa skandal ini dengan memanggil Dirut PT Telkom, Menkominfo dan jajaran manajemen Telkom.

"Atas hasil investigasi kami, maka Format Indonesia mendesak DPR RI Komisi satu untuk turun tangan memeriksa Dirut PT Telkom, Menkominfo dan pihak terkait. Anggota DPR harus menyelidiki ini karena ini menyangkut kebobrokan manajemen Telkom dalam menentukan skala prioritas. Bukan tidak mungkin ada kongkalikong dan intervensi dalam pengadaan satelit pengganti Telkom 1 yang sengaja terlambat!" Ujar Asep.(flo/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi #dpr-ri 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi