Selasa, 24 April 2018 09:35 WIB
citraland

Politik

Survei Median Sebut Masyarakat Ingin Ganti Jokowi

Redaktur: Riznal Faisal

INDOPOS.CO.ID - Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sudarto mengungkapkan, mayoritas masyarakat menginginkan Presiden RI ke depan bukan lagi Joko Widodo. Itu didasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya pada 24 Maret sampai 6 April 2018.

"Hasil survei yang kami lakukan menunjukkan 46,37 persen ingin ganti tokoh lain, 45,22 persen memimpin kembali dan 8,41 persen tidak menjawab," kata Sudarto dalam konferensi pers betema "Survei Elektabilitas Kandidat : Siapa Layak Jadi Lawan, atau Pasangan Jokowi?" di kawasan, Cikini, Jakarta Pusat. Senin (16/4).

Sudarto menuturkan, yang membuat masyarakat ingin tokoh lain menggantikan Jokowi dalam Pilpres mendatang karena faktor pengelolaan ekonomi.

"Kinerja Jokowi disektor ekonomi belum membaik, terkait harga listrik yang naik, sembako naik, lapangan pekerjaan susah dan lainnya. Walau infrastruktur adalah kebijakan yang bagus, tapi tetap saja masyarakatnya belum merasakan dampaknya," ujar Sudarto.

Dia menyebutkan, melihat hasil survei tersebut, nampaknya pada Pilpres nanti Jokowi dipaksa bekerja keras meraih simpati masyarakat. "Apalagi, kalau head to head lagi, maka akan berat buat Pak Jokowi," ujarnya.

Kalau kinerja Jokowi terkait ekonomi bisa membaik menjelang Pilpres atau 2019, maka bisa saja Jokowi tak terkalahkan di Pilpres tahun depan.

"Sebaliknya kalau tidak membaik walau proyek infrastruktur selesai, tapi ekonomi morat-mari,t maka elektabilitas bisa saja rontok," tutupnya.

Adapun populasi survei dilakukan kepada seluruh warga yang memiliki hak pilih, dengan target sampel 1.200 responden yang menggunakan margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #survei-median #2019-ganti-presiden 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi