Sabtu, 26 Mei 2018 04:49 WIB
citraland

News in Depth

Arus Mudik Diprediksi Lancar

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Pengamat Transportasi Darmaningtyas membenarkan, bahwa tarif tol Trans Jawa yang mencapai Rp 687 ribu cukup mahal. Meski begitu, dia melihat masyarakat tidak akan keberatan untuk membayar tarif tersebut.

Pasalnya, musim mudik sudah menjadi ritual wajib saat Hari Raya Lebaran. ”Masyarakat relatif mengabaikan tarif-tarif mahal tersebut. Karena yang penting cepat sampai rumah. Hanya saja problemnya pasca lebaran siapa yang mau lewat jalan tol itu, karena mahal,” kata Darmaningtyas, Senin (14/5) lalu. 

Berbeda yang disampaikan oleh Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Iskandar Abubakar. Dia menegaskan, jika dihitung-hitung tarif tersebut memang cukup besar, terutama pada jalan-jalan tol yang baru dibangun. ”Menurut saya mesti bentuk kebijakan lah dengan diskon saat lebaran. Jika itu dilakukan bisa meringankan pengemudi. Terlebih pendapatan jalan tol saat ini terus meningkat tajam,” tegasnya. 

Iskandar melihat, dengan adanya pembangunan sejumlah infrastruktur tol dibeberapa daerah, mudik tahun ini memungkinkan akan berjalan lancar. ”Yang jelas hal itu sudah diantisipasi. Karena dengan ditambahnya jalan tol akan membuat  lebih baik,” jelasnya. 

Evaluasi untuk pemerintah, sambungnya, memang harus menambah kapasitas jalan di jalur pemudik. ”Karena dengan begitu, akan permudah arus lalu lintas jadi lebih baik,” tutupnya.

Diharapkan arus mudik lancar, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan stakeholder terus melakukan sejumlah persiapan. Seperti melakukan ramp chek dan juga memeriksa kesiapan infrastruktur jalan.

Namun, kemungkinan hambatan selama perjalanan mudik dipastikan ada. Maka itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran agar dapat mengatur waktu keberangkatan saat melakukan mudik Lebaran.

Hal itu untuk mengurangi kepadatan di jalan. "Untuk kepadatan di jalan faktor pembaginya adalah waktu. Untuk itu saya mengajak masyarakat agar dapat mengatur waktu perjalanan mudiknya. Apabila waktu liburnya panjang dapat berangkat H-7 sebelum lebaran," ungkapnya memberi tips.
Menurutnya, pemikiran masyarakat mudik itu berangkat H-3 atau H-2 sebaiknya mulai diubah. Apalagi, libur Lebaran tahun ini cukup lama panjang.

Kemenhub memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada H-3 dan H-2. "Maka dari itu kembali kami ingatkan agar dapat mengatur waktu keberangkatan agar dapat mengurangi kepadatan di jalan," jelas Budi.

Selain mengatur waktu keberangkatan, untuk mengurangi kepadatan saat mudik lebaran masyarakat juga dapat menggunakan jalan nasional. Sebab, saat ini masyarakat kebanyakan memilih jalan tol saat mudik lebaran.

Jalan tol pasti digemari masyarakat karena asumsi masyarakat lebih cepat dan menjadi pilihan masyarakat untuk menggunakan jalan tol itu tinggi. Namun jalan nasional juga bagus untuk dipakai saat mudik lebaran.

"Kementerian Perhubungan beberapa lalu melakukan touring Jakarta-Surabaya hasil dari kegiatan tersebut saya mendapat laporan bahwa jalan nasional jalannya bagus. Sehingga layak dipakai untuk kegiatan mudik lebaran," ujarnya.

Terkait keselamatan moda transportasi yang digunakan untuk mudik, Kemenhub telah meminta  seluruh stakeholder secara seksama melakukan ramp check untuk meningkatkan keselamatan dan dapat laik jalan. "Apabila  ada yang tidak lulus ramp check tidak akan kita beri izin untuk jalan," tegasnya. 

Budi juga menyebut, bahwa Polri akan bertindak sebagai komandan di lapangan. "Kita semua ikut Polri sebagai komandan. Apabila kita mampu melaksanakan semuanya dengan baik mudah-mudahan angkutan lebaran tahun ini akan berjalan lancar," tutupnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #nid-mudik-lebaran 

Berita Terkait

Jalan Arteri Non Tol Jadi Alternatif

News in Depth

Jalur Selatan Dipilih Bus AKAP

News in Depth

Jalan Arteri Non Tol Jadi Alternatif Pemudik

News in Depth

Ganjil Genap Tidak Cocok untuk Mudik

News in Depth

Update Jalur Mudik 2018, Sibuk Kejar Deadline

News in Depth

IKLAN