Nasional

Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat

Editor: Ali Rahman

Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi H Dasir.

INDOPOS.CO.ID – Ibadah haji merupakan dambaan bagi setiap umat muslim di dunia untuk menyempurnakan rukun islam ke lima. Tetapi jika ibadah haji tidak dilakukan dengan benar maka tentu hal tersebut akan menjadi masalah. Untuk itu, menurut Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi H Dasir, diperlukan petugas haji yang siap untuk memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada setiap jemaah haji agar pengelolaan haji di Indonesia dapat meningkat.

Menurut Khoirizi, Tahun 2018 ini petugas haji mendapat kuota tambahan menjadi 4.100 orang. sebelumnya pada tahun 2017 yang lalu petugas haji hanya 3.500 orang. sehingga ada penambahan 600 orang. Sistem seleksi tahun 2018 ini juga mengalami peningkatan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Berbeda dengan tahun 2017 yang lalu yang masih menggunakan sistem manual.

“Sistem CAT ini digunakan agar dapat menyaring calon petugas haji yang professional dan akuntabel. Saya kira dengan sistem CAT ini akan lebih objektif berbeda dengan sistem manual. Sehingga petugas haji ini mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan bukan malah ibadah,” ujarnya kepada INDOPOS di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Seleksi petugas haji ini mempunyai tiga tahap, yakni seleksi administrasi, kompetensi dengan menggunakan sistem CAT dan wawancara. Dalam hal penilaian, kompetesi dan komitmen untuk memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada para Jemaah menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Kemudian, dari 4.100 petugas haji ada 75 persen akan dibutukan sebagai petugas kloter. Sisanya akan dikombinasikan dengan pihak keamanan dan paramedis. Sehingga formasi yang akan dipakai untuk setiap kloter nantinya aka nada satu ketua kloter, 1 pembimbing ibadah, 1 dokter dan 2 perawat. Sebab fokus Kemenag saat ini bukan pada indeks kepuasan Jemaah melainkan pada pembangunan petugas haji yang solid.

Selain itu, Kemenag juga membuka sertifikasi Pembina haji di 10 Perguruan Tinggi yang mempunyai program studi dakwah islam khususnya pembinaan haji di seluruh Indonesia. Pembina Haji ini nantinya akan diberikan kewenangan untuk memberikan pengetahuan manasik kepada setiap Jemaah haji. Selama 10 hari nanti para calon Pembina haji ini akan diajarkan sa’I, fikih, filosofi haji dan sejarah haji. Ditambah lagi dengan regulasi dan adat istiadat khususnya berada di Arab Saudi.

“Alhamduliah sudah ada 3503 orang yang memiliki sertifikat pembina haji. Pembinaan nantinya seperti manasik di lingkungan. Sekarang ini siapa saja bisa melakukan latihan manasik. Harapannya ke depan syarat untuk jadi petugas haji pertama sertikat yang kedua sudah berhaji,” pungkasnya. (cr-1)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter