Sabtu, 15 Desember 2018 06:38 WIB

Indobisnis

BTN Caplok Manajemen Investasi

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Bank Tabungan Negara (BBTN) siap mengakuisisi anak usaha baru berbentuk manajemen investasi. Aksi korporasi itu digelar untuk menggarap potensi pendanaan jangka panjang setelah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) beroperasi nanti.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menyebut dalam payung hukum terkait Tapera, entitas bank diberikan dua opsi untuk mengelola dana yaitu sebagai bank kustodian atau memiliki manajemen investasi. Berdasar hasil kajian bisnis, perusahaan memutuskan mengambil opsi kedua. Nanti, entitas manajemen investasi itu direncanakan mengelola dana Tapera secara profesional dan komersial. 

”Akuisisi dijalankan September nanti. Aksi itu sebagai salah satu langkah mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang termasuk dari Tapera,” tutur Maryono di Jakarta, Rabu (11/7).

Maryono melanjutkan langkah strategis itu dilakukan melihat prospek semakin cerah setelah relaksasi loan-to-value (LTV) sektor perumahan ditetapkan Bank Indonesia (BI). ”Kebijakan itu menjadi keuntungan kami dengan core business pembiayaan perumahan,” ulas Maryono.

Maryono meyakini relaksasi itu bakal mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan tahun ini. Apalagi, mulai paruh kedua tahun ini, perusahaan sudah bisa menggunakan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Skema FLPP tahun ini diyakini menguntungkan posisi BTN. Pasalnya, skema baru itu, sebanyak 75 persen dana dari pemerintah, sedang 25 persen sisa dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Dengan penambahan fasilitas itu, perusahaan juga bisa memakai dua sumber pembiayaan yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan FLPP.

Untuk memperkokoh sumber pembiayaan, manajemen BTN terus berinovasi mengembangkan produk-produk low-cost fund. Di antaranya, perseroan telah menyiapkan program menarik untuk produk tabungan dan giro. ”Seluruh langkah itu disiapkan supaya BTN tetap menjadi leader bidang perumahan,” harap Maryono.

Sementara itu, hingga Mei 2018, perusahaan telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 187,61 triliun. Posisi DPK itu naik 17,15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode sama tahun lalu Rp 160,14 triliun. Laju pertumbuhan DPK itu berada di atas rata-rata posisi industri perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan DPK secara industri hanya naik menjadi 8 persen yoy pada April 2018. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-btn #maryono 

Berita Terkait

Terjangkau, Butuh Dukungan Perbankan

Indobisnis

BTN Siapkan Kado Akhir Tahun 

Ekonomi

Performa BTN Menjanjikan

Ekonomi

BTN Gelontorkan Kredit PNS Lebak

Indobisnis

Saham BBTN masih jadi Skala Prioritas Investor

Indobisnis

IKLAN