Sabtu, 15 Desember 2018 06:38 WIB

Liga Indonesia

Malaysia U-19 vs Indonesia U-19, Saatnya ke Final Garuda

Redaktur:

Striker Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri. DIPTA WAHYU/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - Egy Maulana Vikri memang baru mendarat di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa malam lalu (10/7). Tapi, bukan berarti selama berada di Polandia dia tak mengikuti permainan rekan-rekannya di Timnas Indonesia U-19.

Gelandang Lechia Gdansk tersebut mengaku selalu memantau perjuangan Nurhidayat Haris dkk di Piala AFF U-19 melalui streaming. Karena itu pula, kalau di semifinal malam nanti dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk turun sejak menit pertama, pemuda 18 tahun itu mengaku siap. ”Saya pasti selalu siap. Karena sudah masuk semifinal, jadi kami ingin meraih juara,” kata Egy.

Indra mengaku belum memutuskan apakah Egy akan menjadi starter atau tidak. Sebab, dia beranggapan, pemain kelahiran Medan, Sumatera Utara, itu tentu butuh waktu untuk beradaptasi lagi dengan rekan-rekannya secara permainan. Sesiap apapun kondisi fisiknya.

”Mudah-mudahan kedatangan dia (Egy, Red) ada manfaatnya bagi kami,” tutur mantan pelatih Bali United itu.

Garuda Muda —julukan Timnas U-19—sebenarnya memang membutuhkan tambahan tenaga penggempur. Untuk memberi mereka variasi serangan.

Sebab, dalam tiga laga terakhir, Garuda Muda baru bisa mencetak gol pada menit ke-80 ke atas. Padahal, tekanan semifinal nanti pasti jauh lebih besar. Selain penonton yang bisa dipastikan akan kembali meluber, yang akan dihadapi adalah lawan bebuyutan.

Jika sampai menit ke-80 gol tak kunjung tercipta, dampaknya bisa ke mental para penggawa Garuda Muda. Egy yang sudah mencicipi atmosfer Eropa meski sebentar, juga telah merasakan bermain bersama para senior di Timnas U-23, bisa menghadirkan ketenangan.

Performa Malaysia selama fase grup juga meyakinkan. Memasukkan enam gol dan hanya sekali kemasukan. Itu memperlihatkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Dari empat laga, tim asuhan Bojam Hodak itu juga tak terkalahkan. Mencatat tiga kemenangan dan sekali seri.

Karena itulah, Indra meminta tidak menyebut secara khusus pemain Malaysia mana yang harus diberi perhatian. ”Semua pemain Malaysia harus diwaspadai,”

Indra juga mewanti-wanti Nurhidayat Haris dkk agar tak terbebani kekalahan 1-4 tahun lalu.  “Saya tidak pikirkan masa lalu, saya pikirkan masa depan. Saya katakan Timnas U-19 siap lahir batin melawan Malaysia,” ujar Indra.

Bermain di Gelora Delta, Sidoarjo, juga bisa menjadi tambahan motivasi bagi para penggawa Garuda Muda. Di sinilah, para senior mereka, generasi Evan Dimas Darmono dkk, sukses merebut gelar di ajang yang sama lima tahun lalu.  

Tinggal dua laga lagi bagi Nurdidayat Haris dkk untuk bisa mengulangi prestasi itu. Kalau berhasil membekuk Malaysia malam ini, mereka tinggal menunggu pemenang duel Thailand versus Myanmar di semifinal lainnya.

Di sisi lain, Hodak juga tak mau pasukannya terlena dengan kemenangan telak di kualifikasi Piala Asia U-19 tahun lalu. Sebab, Indonesia dinilainya sudah banyak berubah.

”Mereka punya beberapa pemain bagus seperti Egy, kemudia pemain kecil nomor 24 (Todd Rivaldo Ferre, Red), dan nomor 15 (Saddil Ramdani, Red). Mereka tipikal menyerang karena pelatih mereka juga bertipikal menyerang,” kata Hodak.

Sejak fase grup Malaysia hampir selalu bermain dengan formasi 4-2-3-1. Hanya saat lawan Kamboja saja turun dengan skema 4-4-2.

Adapun Shivan Pillay Asokan termasuk pemain yang paling harus diwaspadai. Tipikal bek moderen dengan kemampuan lengkap. Solid dan disiplin dalam bertahan, kuat di duel udara, serta rajin membantu serangan tiap kali Malaysia memperoleh bola mati.  

Di luar persoalan teknis, Hodak juga sadar timnya harus menghadapi dua lawan sekaligus malam ini. Garuda Muda di lapangan serta dukungan menggelora suporter di tribun. Tapi, dia sudah meminta anak buahnya untuk tak menganggap itu sebagai tekanan.

Melainkan kesempatan mereguk pengalaman berharga. Apalagi selama ini mereka belum pernah bermain di stadion yang seluruh tempat duduknya terisi. ”Saya tahu keramaian selalu memberikan kekuatan tambahan bagi Indonesia. Ini akan menjadi laga yang sulit buat kami,” tutur pelatih berusia 47 tahun itu. (nia/ttg/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #timnas-indonesia 

Berita Terkait

Evan Fobia Naik Pesawat

Liga Indonesia

Ingin Lakukan Penebusan

Liga Indonesia

Momentum Juara

Liga Indonesia

Bola Salju Kongres

Liga Indonesia

Akhir Buruk Skuad Garuda

Liga Indonesia

Timnas Indonesia Gagal Taklukan Filipina

Total Football

IKLAN