Minggu, 16 Desember 2018 11:21 WIB

Politik

Ma'ruf Amin: Kalau Nggak Ada Cak Imin, Saya Nggak Jadi Cawapres

Redaktur: Ali Rahman

KH Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum PBNU dan Sekjen PKB pada konferensi pers di di Kantor DPP PKB Jakarta, Kamis (9/8/2018). Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bakal calon wakil presiden KH. Ma'aruf Amin mengakui peran besar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam mendorong dirinya menjadi cawapres Jokowi.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun tak menyangka dirinya digaet Jokowi untuk jadi cawapres. "Kalau nggak ada Cak Imin mungkin nggga terpilih (cawapres) saya," ucap Kiai Ma'ruf di Kantor DPP PKB jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Ia mengatakan, perjuangan Cak Imin itu mungkin dilatarbelakangi oleh rasa malu ketum PKB itu yang selama ini menggaungkan jargon JOIN alias Jokowi - Cak Imin.

Namun faktanya Jokowi justru memilih Kiai Ma'ruf. Dengan ini pun, sebut Kiai Ma'ruf, jargon JOIN akan tetap ada dengan kepanjangan Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Karena mungkin Cak Imin malu sudah ada JOIN-JOIN. Kalau sampai Cak Imin tidak bisa makanya JOIN itu harus tetep walaupun isinya Jokowi - Ma'ruf Amin," kata dia sembari tertawa.

Sebelumnya Sekjen PKB Abdul Kadir Karding juga mengatakan hal serupa. Menurutnya sukses Kiai Ma'ruf menjadi cawapres Jokowi tak lepas dari peran Cak Imin. Ia sebut, ketumnya itu panglima perang yang merubah jalannya konstalasi peta politik penentuan cawapres.

"Jujur, saya menyaksikan 4 hari Cak Imin tidak tidur untuk merubah konstalasi," ucap Karding dalam sambutannya ketika menggelar jumpa pers di Kantor DPP PKB Jakarta, Kamis (9/8/2018). (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #capres-cawapres-2019 #pkb #kh-slamet-maarif 

Berita Terkait

Begini Cara Dapat Info SMS Pajak Kendaraan Bermotor

Jakarta Raya

Tak Cerminkan Sikap Pahlawan

Politik

Merah Putih di Bendera PKB Dipersoalkan

Headline

Arti Nomor Urut Capres - Cawapres Versi KPU

Politik

Jokowi-Ma'ruf 01, Prabowo-Sandi 02

Headline

IKLAN