Headline

Tiga Poin ini Buat Debat Perdana Capres Terasa Hambar

Redaktur: Redjo Prahananda
Tiga Poin ini Buat Debat Perdana Capres Terasa Hambar - Headline

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Perludem Titi Angraeni menyatakan ada tiga hal yang membuat debat perdana capres dan cawapres tak memuaskan publik.

"Pemberian kisi-kisi debat ke paslon, kehadiran para pendukung paslon dan keberadaan panelis. Itulah yang kami soroti yang membuat debat perdana tak memuaskan publik," kata Titi dalam keterangannya kepada INDOPOS di Jakarta, Minggu (20/1/2019)

Untuk pemberian kisi-kisi, dirinya pun menyambut baik rencana KPU yang akan menghapus hal tersebut untuk debat berikutnya.

"Debat perdana dengan teman Hukum, HAM dan Terorisme kemarin terasa hambar. Kami pun menyoroti pemberian kisi-kisi menjadi masalah utama kenapa debat perdana itu tidak menarik. Dan kami apresiasi jika itu mau ditiadakan oleh KPU" ucapnya.

Ia menjelaskan, memberikan paket pertanyaan kepada tiap pasangan calon sebelum acara debat diselenggarakan, ternyata, jawaban paslon pun tetap tidak mendalam.

"Tiap paslon malah sangat normatif sehingga tak menghasilkan perbedaan argumen mengenai visi, misi, dan program terkait tema debat," cetusnya.

Masalah teknis lain yang menjadi persoalan dalam debat perdana adalah kehadiran pendukung capres, karena debat yang dinilai membuat suasana debat menjadi tak kondusif.

"KPU diharapkan bisa membatasi secara signifikan pengunjung debat dari unsur pendukung mestinya dibatasi. Pendukung yang banyak cenderung bising dan bisa ciptakan kondisi tak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta fokus paslon dalam berdebat," ujarnya.

Selain masalah teknis, Perludem juga menyoroti keberadaan panelis. Menurutnya debat berjalan kurang menyertakan pembahasan substansif.

"Pertanyaan panelis kurang mendorong Paslon menjelaskan permasalahan, solusi, dan komitmen konkret. Pertanyaan panelis pun tak optimal mengkonkretkan visi, misi, dan program yang butuh dipertimbangkan penonton untuk menentukan pilihannya nanti pada 17 April 2019 sebagai hari pemungutan suara Pemilu 2019," tuturnya.

Ia menyatakan, pada debat perdana, Tiap paslon cenderung hati-hati dan bermain aman.

Jawaban dan bantahan belum memberikan kejutan untuk saling menguji satu sama lain. Tiap paslon pun kurang optimal memanfaatkan data/informasi untuk menjelaskan keadaan aktual dan faktual.

"Misal, pembahasan soal koruptor nyaleg. Juga, pertanyaan amat baik mengenai hak warga disabilitas malah tak direspon maksimal paslon," terangnya.

Untuk itu, lanjut Titi, untuk debat-debat berikutnya, dirinya merekomendasi tiga kriteria panelis.

"Pertama, netral imparsial yang berarti tak partisan dan tak punya jejak partisan ke peserta pemilu/parpol. Kedua, berlatarbelakang akademisi atau unsur lembaga masyarakat sipil. Dan ketiga adalah menguasai bidang/tema debat," beber Titi. (dil)

Berita Terkait


Baca Juga !.